BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 7.713 siswa SD dan SMP di Kota Pangkalpinang resmi menerima pengumuman kelulusan Tahun Ajaran 2025/2026 secara daring melalui aplikasi STIMULUS (Sistem Informasi Pengumuman Kelulusan), Selasa (2/6/2026).
Inovasi digital yang diluncurkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang ini menjadi terobosan baru dalam sistem layanan pendidikan. Tidak hanya melihat hasil kelulusan, peserta didik juga dapat langsung mengunduh Surat Keterangan Lulus (SKL) melalui telepon genggam masing-masing.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan aplikasi STIMULUS dihadirkan sebagai bentuk transformasi digital layanan pendidikan sekaligus mendukung visi Pangkalpinang sebagai smart city.
Ia menjelaskan, pengumuman kelulusan jenjang SD dan SMP dilakukan serentak mulai pukul 10:00 WIB melalui laman STIMULUS. Siswa hanya perlu memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai username dan password untuk masuk ke sistem.
Setelah berhasil login, siswa akan melihat identitas lengkap beserta status kelulusannya. Jika dinyatakan lulus, sistem secara otomatis menampilkan tombol unduh untuk memperoleh SKL.
"Jadi siswa cukup menggunakan handphone saja. Bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk melihat pengumuman atau mengambil surat keterangan lulus," ujarnya kepada awak media, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data Dindikbud Kota Pangkalpinang, total 7.713 siswa yang diumumkan kelulusannya tahun ini terdiri dari 4.054 siswa SD dan 3.659 siswa SMP.
Jumlah lulusan SD meliputi 2.981 siswa sekolah negeri dan 1.073 siswa sekolah swasta. Sedangkan lulusan SMP terdiri dari 2.806 siswa negeri dan 853 siswa swasta.
Pengumuman kelulusan tersebut mencakup 122 sekolah di Kota Pangkalpinang, terdiri atas 91 sekolah dasar (SD) dan 31 sekolah menengah pertama (SMP).
Rinciannya, sebanyak 66 SD negeri dan 25 SD swasta, sementara jenjang SMP terdiri dari 10 SMP negeri dan 21 SMP swasta.
Tak hanya itu, inovasi STIMULUS juga terintegrasi dengan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) atau tanda tangan digital pada dokumen pendidikan.
Darwin menyebutkan, untuk sekolah negeri jenjang SD dan SMP, SKL telah menggunakan tanda tangan elektronik kepala satuan pendidikan. Implementasi serupa juga diterapkan pada ijazah dan transkrip nilai.
"SKL, ijazah, dan transkrip nilai untuk sekolah negeri di Pangkalpinang sudah menggunakan TTE atau tanda tangan digital. Ini menjadi bagian dari digitalisasi pendidikan yang sedang kami bangun," jelasnya.
Menurut Darwin, implementasi tanda tangan digital tersebut bahkan disebut sebagai salah satu yang paling progresif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kota Pangkalpinang mungkin menjadi satu-satunya di Bangka Belitung yang sudah mengimplementasikan TTE pada SKL, ijazah, dan transkrip nilai. Bahkan dari hasil kunjungan tim kurikulum ke Pusdatin tahun 2025, sistem ini dinilai bisa menjadi contoh secara nasional," ungkapnya.
Meski demikian, penggunaan TTE saat ini baru diterapkan di sekolah negeri. Untuk sekolah swasta, implementasi masih menunggu regulasi yang memungkinkan.
"Ke depan kami berharap sekolah swasta juga bisa menggunakan tanda tangan digital apabila aturan memungkinkan," katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan akses saat pengumuman berlangsung, Dindikbud Kota Pangkalpinang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna memastikan server tetap stabil dan tidak mengalami gangguan.
Siswa maupun orang tua dapat mengakses hasil kelulusan melalui laman stimulus.pangkalpinangkota.go.id dengan memasukkan NISN masing-masing. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)