Sosok Fabiola Elizabeth Mantan Artis Tersangka Kasus Love Scamming yang Ditangkap di Solo Baru
Candra Isriadhi June 02, 2026 02:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama mantan artis sekaligus model, Fabiola Elizabeth, kembali menjadi sorotan publik.

Mantan istri Reza Anugrah itu kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring jaringan internasional yang menggunakan modus love scamming atau pig butchering.

Kasus tersebut diungkap oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penyelidikan, Fabiola diduga terlibat dalam sindikat penipuan online yang beroperasi dari kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.

KABAR ARTIS - Fabiola Elizabeth ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring bermodus pig butchering dan love scamming ditampilkan saat gelar perkara di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (1/6/2026).
KABAR ARTIS - Fabiola Elizabeth ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring bermodus pig butchering dan love scamming ditampilkan saat gelar perkara di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (1/6/2026). (KOMPAS.com/Istimewa)

Dalam jaringan tersebut, Fabiola disebut memiliki peran khusus sebagai model yang bertugas membangun kepercayaan korban melalui panggilan video atau video call.

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Himawan Susanto Saragih, mengungkapkan bahwa Fabiola merupakan satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus penipuan berskala internasional tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, sindikat ini menargetkan warga negara asing, khususnya korban yang berasal dari Amerika Serikat.

Para pelaku lebih dulu membangun kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial maupun aplikasi kencan daring.

Setelah korban merasa nyaman dan percaya, pelaku kemudian mengarahkan mereka untuk mengikuti skema investasi yang ternyata fiktif.

Baca juga: Masih Ingat Yuni Utami Eks Polwan Viral, Lama Tak Muncul Kini Buat Ulah Lagi di Sulawesi Tengah

Modus ini dikenal luas sebagai love scamming atau pig butchering, yakni penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk meraup keuntungan finansial dari korban.

Untuk memperkuat kepercayaan korban, sindikat tersebut diduga menggunakan perempuan yang tampil dalam panggilan video.

osok perempuan inilah yang berfungsi meyakinkan korban bahwa hubungan yang terjalin benar-benar nyata.

Dalam perkara ini, Fabiola disebut menjalankan peran tersebut.

"Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform.

Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya," ujar Himawan seperti dilansir Tribun Jateng, Selasa (2/6/2026).

Pengungkapan kasus ini pun menjadi perhatian karena melibatkan jaringan internasional dengan korban yang berada di luar negeri.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka serta aliran dana yang diduga terkait dengan aktivitas penipuan tersebut.

Raup Rp 41,1 Miliar dari Ratusan Korban

WISATA DI SOLO - Monumen Patung Slamet Riyadi, Landmark Kota Solo
WISATA DI SOLO - Monumen Patung Slamet Riyadi, Landmark Kota Solo (TribunSolo.com/TribunSolo)

Polisi menyebut jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.

Dalam kurun waktu itu, mereka diduga menipu sedikitnya 133 korban dengan total keuntungan mencapai 2,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 41,1 miliar.

Modus yang digunakan adalah pig butchering, yakni penipuan yang diawali dengan pendekatan emosional kepada korban. 

Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban kemudian diarahkan untuk berinvestasi melalui platform perdagangan aset kripto yang telah dimanipulasi. 

Korban yang percaya akhirnya mentransfer sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan besar. Namun, dana tersebut justru masuk ke rekening yang dikendalikan sindikat.

Digaji Hingga Puluhan Juta Rupiah

Dalam struktur organisasi sindikat, para pelaku memiliki peran berbeda mulai dari kepala jaringan, supervisor, leader, marketing, asisten marketing hingga model.

Polisi mengungkap para anggota sindikat menerima bayaran antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan, tergantung posisi masing-masing. Fabiola disebut menerima imbalan dalam kisaran yang sama selama terlibat dalam operasi tersebut. 

Apa Itu Love Scamming?

Love scamming merupakan bentuk penipuan yang memanfaatkan hubungan romantis palsu untuk mendapatkan uang dari korban. 

Pelaku biasanya membangun kedekatan emosional dalam waktu tertentu sebelum meminta transfer dana atau menawarkan investasi yang ternyata fiktif. 

Modus ini menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang terus berkembang secara global dan kerap menyasar korban melalui aplikasi kencan maupun media sosial.

Kasus yang melibatkan mantan artis F ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar terkait jaringan love scamming internasional di Indonesia, dengan nilai kerugian yang mencapai puluhan miliar rupiah. 

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Andika Aditia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.