TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana berbeda terlihat di SDN No 38 Hulontalangi, Kota Gorontalo, Senin (2/6/2026).
Ratusan siswa mengikuti asesmen atau ulangan kenaikan kelas, sementara sejumlah orang tua tampak setia menunggu anak-anak mereka di area depan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penentuan kenaikan kelas bagi siswa dari kelas I hingga kelas V.
Kepala SDN No 38 Hulontalangi, Tisnawati Botutihe, mengatakan bahwa pada hari pertama pelaksanaan asesmen, seluruh kegiatan berjalan lancar dan tertib. Menurutnya, sekolah saat ini melaksanakan dua agenda sekaligus, yakni pengumuman kelulusan siswa kelas VI dan asesmen kenaikan kelas bagi siswa lainnya.
"Hari ini pengumuman kelulusan kelas enam dengan asesmen (ulangan) kelas satu sampai lima," ujar Tisnawati.
Ia menjelaskan, asesmen tersebut dilaksanakan selama lima hari. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai ratusan siswa.
"Kelas VI ada 63 siswa, sementara yang ikut asesmen ada kelas 1-5 sekitar 270-an," katanya.
Tisnawati menerangkan, penilaian kenaikan kelas tidak hanya berdasarkan hasil ujian semata. Sekolah mengacu pada ketentuan dan standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Selain nilai asesmen, berbagai aspek lain juga menjadi bahan pertimbangan.
"Tentu akumulasi dengan tugas-tugas harian, kehadiran dan lain-lain," jelasnya.
Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Penikaman di Bilato Gorontalo, Tersangka adalah Teman Dekat Korban
Dalam pelaksanaannya, siswa mengerjakan dua mata pelajaran setiap hari. Khusus hari Jumat, hanya satu mata pelajaran yang diujikan.
Meski sebagian besar siswa dapat mengikuti asesmen dengan baik, Tisnawati mengakui kemungkinan siswa tidak naik kelas tetap ada apabila tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Ia menyebut kondisi tersebut umumnya terjadi pada siswa yang tidak pernah mengikuti ujian maupun tidak aktif hadir di sekolah.
"Biasanya ada (tinggal kelas) yang tidak pernah ulangan sama sekali dan yang tidak pernah hadir," ungkapnya.
Sebelum keputusan akhir ditetapkan, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan orang tua siswa.
Bahkan, dalam beberapa kasus terdapat kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua terkait keputusan tinggal kelas karena siswa tidak memenuhi ketentuan yang berlaku. Meski demikian, jumlahnya relatif sedikit.
"Namun jumlahnya hanya satu dua orang saja," katanya.
Tisnawati juga memastikan pelaksanaan asesmen tahun ini berlangsung tanpa kendala berarti. Hanya terdapat siswa yang tidak hadir karena alasan kedukaan keluarga.
"Alhamdulillah tidak ada kendala, hanya saja ada yang tidak hadir karena kedukaan, namun akan ada ujian susulannya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, suasana di ruang-ruang kelas berlangsung tertib. Guru-guru memberikan arahan mengenai tata cara pengisian soal sebelum ujian dimulai. Para siswa tampak fokus mengerjakan soal dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru.
Di luar kelas, sejumlah orang tua memilih menunggu selama anak-anak mereka mengikuti ujian. Salah satunya Agustina Lahay, orang tua siswa kelas I. Ia mengaku sengaja menunggu anaknya sejak pagi hingga jam pulang sekolah.
"Iyah anak saya juga ikut ujian, anak saya kelas 1B," katanya.
Sebagai orang tua, Agustina mengaku memberikan perhatian khusus kepada anaknya menjelang pelaksanaan ujian dengan mengingatkan untuk belajar di rumah.
"Ini sudah ujian kedua, ujian kenaikan, jadi memang harapannya anak saya bisa mengisi atau mengerjakannya," ujarnya.
Agustina diketahui berasal dari Kelurahan Tanjung Keramat, Kecamatan Hulondalangi. Setiap hari ia mengantar sekaligus menjemput anaknya di sekolah.
"Pagi saya antar dan saya tunggu sampai pulang," katanya.
Meski di wilayah tempat tinggalnya terdapat sekolah dasar lain, Agustina tetap memilih menyekolahkan anaknya di SDN No. 38 Hulontalangi.
"Iya ada tapi suka di sini," pungkasnya. (*)