Kasus Kematian Misterius Nenek di Sindon Boyolali, Polisi Periksa 8 Saksi
Ryantono Puji Santoso June 02, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Penyelidikan kasus kematian misterius nenek berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, terus bergulir.

Hingga kini, penyidik Polres Boyolali telah memeriksa delapan orang saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Para saksi yang dimintai keterangan berasal dari berbagai pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Mulai dari anak korban yang pertama kali menemukan ibunya meninggal dunia di dalam rumah, anggota keluarga, hingga warga sekitar yang membantu membuka pintu rumah saat korban ditemukan.

Tak hanya itu, polisi juga telah memeriksa anak menantu korban yang belakangan disebut-sebut sebagai pihak yang diduga mengirimkan sate ayam yang menjadi perhatian dalam kasus tersebut.

PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura.
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. (TribunSolo.com/Istimewa)

"Sudah dilakukan pemeriksaan. Tapi statusnya masih saksi. Kalau kecurigaan-kecurigaan itu tentunya kita tampung. Tapi kan kita tidak bisa serta merta langsung menyimpulkan. Kita tunggu hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada," ujar kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra pada Selasa (2/6/2026).

Kasus ini bermula ketika Nenek A ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Saat itu, pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan terhadap kematian korban dan menganggapnya sebagai kematian biasa.

Jenazah korban kemudian dimakamkan sebagaimana mestinya dengan dihadiri keluarga dan warga sekitar.

Namun, beberapa hari setelah pemakaman, keluarga memperoleh sejumlah informasi dan temuan yang dinilai perlu didalami lebih lanjut terkait penyebab kematian korban.

Masih Menunggu Hasil Autopsi

Merasa ada kejanggalan, keluarga melalui anak korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Boyolali dan mengajukan permohonan agar dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Boyolali berkoordinasi dengan Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jawa Tengah untuk melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban.

Baca juga: Polisi Ekshumasi Makam Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Kematian Diduga Janggal

"Kemudian kita melakukan serangkaian tes, lalu berkoordinasi dengan Dokpol Polda Jawa Tengah untuk melakukan ekshumasi, kemudian melakukan beberapa tes dan autopsi," kata AKBP Indra.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan autopsi dari Dokpol Polda Jawa Tengah.

Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya indikasi lain yang menyebabkan kematian korban.

"Nah, saat ini kita masih menunggu hasil dari Dokpol Polda Jawa Tengah. Jadi nanti setelah kita mendapatkan hasil tersebut, baru kita akan mendapatkan keterangan sebetulnya apakah ada indikasi lain dari penyebab meninggalnya almarhum tersebut," pungkas AKBP Indra. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.