Dukung Kesejahteraan Nelayan, KKP Siapkan 4 Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Sorong
Intan June 02, 2026 05:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Anggota DPR RI Komisi IV, Robert J. Kardinal, mendorong percepatan pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Papua Barat Daya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar Indonesia.

Menurut Robert, program yang menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

"Kampung Nelayan Merah Putih menjadi perhatian kita bersama. Dari aspirasi yang saya perjuangkan di Komisi IV DPR RI, ada lima titik yang kami usulkan. Selain Kabupaten Sorong, saya juga mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kepulauan Ayau yang merupakan wilayah terluar Provinsi Papua Barat Daya," kata Robert di Kabupaten Sorong, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, selain Kepulauan Ayau, usulan serupa juga diajukan untuk wilayah pulau terluar lainnya, seperti Kepulauan Auri di Papua Barat dan beberapa pulau strategis lainnya yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan Indonesia.

Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan, tetapi juga memperkuat kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia.

"Selain mendukung ekonomi masyarakat melalui koperasi dan usaha perikanan, program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah perbatasan dan kedaulatan negara," ujarnya.

Baca juga: Lahan 7.000 Meter di Rufei Kota Sorong Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Modern dan Produktif

Baca juga: Implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Barat Daya, Raja Ampat Tunggu Peresmian

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Marthen Kaiway, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sorong mendapatkan alokasi empat lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang telah diidentifikasi langsung oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Empat lokasi tersebut terdiri dari dua kampung inti (hub) dan dua kampung penyangga yang akan mendukung distribusi hasil tangkapan nelayan.

Lokasi pertama berada di Kampung Baingkete Distrik Makbon, yang akan dibangun sebagai Kampung Nelayan Merah Putih tipe inti atau hub. Sedangkan kampung penyangganya berada di Kampung Suwatuk.

Selanjutnya, lokasi kedua berada di Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, yang juga akan dibangun sebagai kampung inti. Adapun kampung penyangganya berada di kawasan Loading Pier.

"Empat lokasi ini merupakan hasil identifikasi tim kementerian dan direncanakan mulai dibangun tahun ini. Kampung inti nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung perikanan yang lengkap," ucap Marthen.

Ia mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah penyediaan lahan yang harus berstatus jelas dan bebas sengketa.

Menurutnya, sebagian besar lahan pesisir di Kabupaten Sorong merupakan hak milik masyarakat adat sehingga diperlukan pendekatan dan sosialisasi secara intensif agar masyarakat memahami manfaat program tersebut.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat agar memahami manfaat besar dari program ini bagi nelayan dan perekonomian kampung," katanya.

Marthen menjelaskan, selama ini nelayan di Kabupaten Sorong masih menghadapi sejumlah kendala utama, terutama ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan es batu untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

Saat ini Kabupaten Sorong hanya memiliki satu Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Katapop. Dengan jumlah nelayan mencapai sekitar 1.214 orang, kuota BBM yang tersedia dinilai masih sangat terbatas.

Baca juga: Sikap Warga Kampung Nelayan Malawei Kota Sorong soal Program Transmigrasi Lokal

Baca juga: Kunjungan Wakil Presiden ke Kampung Nelayan Sorong, Warga Minta Sikapi Keluhan Secara Utuh

Selain BBM, kelangkaan es batu juga menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan nelayan karena berpengaruh langsung terhadap mutu hasil tangkapan.

"Kebutuhan es batu sangat tinggi. Selama ini nelayan hanya mengandalkan es rumahan yang harganya cukup mahal, terutama di kampung-kampung pesisir. Dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pabrik es, kebutuhan tersebut dapat teratasi," ujarnya.

Menurut Marthen, keberadaan fasilitas rantai dingin (cold chain system), pabrik es, serta dukungan BBM akan membantu nelayan mempertahankan kualitas ikan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.

Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan produktivitas sektor perikanan di Papua Barat Daya dapat meningkat, kesejahteraan nelayan semakin baik, serta tercipta pusat-pusat ekonomi baru di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar Indonesia. (Tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.