TNWK Dibuka Kembali, Tawarkan Susur Sungai Rimba hingga Petualangan Pakai Mobil Jip
Daniel Tri Hardanto June 02, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur kini resmi dibuka kembali untuk kunjungan wisata pasca ditutup sejak Januari 2026 lalu.

Humas Balai TNWK Riri Fitriandi mengonfirmasi bahwa area konservasi tersebut kini telah dibuka kembali untuk aktivitas wisata minat khusus.

"Iya, kami buka kembali sejak hari Sabtu tanggal 30 Mei kemarin," ujar Riri saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, kawasan pelestarian alam ini sempat ditutup total dari segala aktivitas pariwisata umum terhitung mulai 16 Januari 2026.

Adapun penutupan dilakukan pasca insiden konflik yang menewaskan seorang kepala desa di wilayah penyangga.

Selain itu, penutupan kemarin dilakukan demi memberikan ruang bagi proses penataan dan pembenahan intensif di dalam kawasan hutan.

Setelah kembali dibuka untuk wisata, pihak pengelola kini menerapkan skema baru berupa wisata minat khusus dengan akses yang sangat terbatas.

Wisata minat khusus merupakan konsep rekreasi segmen tertentu yang berfokus pada aktivitas edukasi alam bebas dan bukan liburan massal.

Dalam skema baru ini, area ikonik yang dahulu menjadi favorit warga, yakni Pusat Konservasi Gajah (PKG) dipastikan masih ditutup untuk umum.

"Pusat Konservasi Gajah atau PKG sedang direvitalisasi, jadi pengunjung sementara ini tidak diarahkan ke sana," kata Riri.

Sebagai gantinya, pihak TNWK mengalihkan aktivitas liburan ke dalam empat jenis paket wisata alam alternatif yang aman bagi pelancong.

Keempat jenis wisata terbatas itu adalah pengamatan burung (bird watching), susur sungai rimba, menjelajah hutan (jungle trekking), dan petualangan menggunakan mobil jip (jeep adventure).

"Jadi untuk interaksi langsung dengan gajah sekarang terbatas, hanya kalau gajah sedang berada di area sungai saja atu melihat situasi mendukung atau tidak," jelasnya.

Ia memaparkan, seluruh kegiatan pariwisata minat khusus ini ditargetkan akan terus dievaluasi secara berkala seiring berjalannya waktu.

Pasalnya, saat ini kawasan tersebut sedang dalam tahap revitalisasi seperti pembangunan Parit, hingga pembangunan pagar pembatas dengan pemukiman warga.

"Sekarang sedang ada banyak perbaikan dan renovasi, termasuk pembangunan pembatas fisik atau barrier," jelas Riri.

Menurutnya, saat ini pembangunan pagar pembatas sengaja digenjot untuk memastikan kawanan gajah liar tidak keluar dari habitatnya ke pemukiman.

Pihak Balai TNWK memproyeksikan seluruh rangkaian proyek pembangunan fasilitas keselamatan dan pembenahan internal ini akan selesai pada akhir tahun.

"Kita berharap akhir tahun ini semua pembangunan selesai. Setelah itu baru nanti skema wisatanya dievaluasi lagi apakah akan dirubah lagi atau tetap wisata minat khusus," pungkas Riri.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.