Sebulan Sembunyi di Hutan, 2 Pelaku Penikaman Sekuriti Hotel di Sorong Ditangkap
Petrus Bolly Lamak June 02, 2026 04:31 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Tim gabungan Resmob Satreskrim Polresta Sorong Kota meringkus dua pelaku penikaman seorang sekuriti hotel, Maksi Bless.

Kedua pelaku, YN alias Yoseph (22) dan JH alias Jafara (21) ditangkap di kawasan Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIT.

Penangkapan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U Tan ini melibatkan Polsek Sorong Barat, Polsek Sorong Timur, serta dibantu Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Barat Daya.

"Kasus penikaman sekuriti hotel ini sempat viral. Kedua pelaku sempat buron dan bersembunyi di dalam hutan selama kurang lebih sebulan," ujar Afriangga kepada TribunSorong.com.'

Baca juga: Breaking News: Sekuriti Hotel di Sorong Tewas Ditikam, Keluarga Korban Blokade Jalan Tuntut Keadilan

Afriangga menjelaskan, polisi sempat kesulitan melacak pelaku karena mereka kerap berpindah tempat dan diduga mendapat perlindungan dari pihak keluarga.

Namun, setelah mendapat informasi bahwa kedua pelaku berada di Kampung Baru, petugas langsung bergerak cepat.

"Kami mengepung rumah tempat persembunyian mereka secara senyap. Saat ditangkap, keduanya sudah bersiap untuk kabur lagi," lanjutnya.

Proses penangkapan sempat mendapat perlawanan dari pihak keluarga, sehingga polisi terpaksa melakukan penjemputan paksa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peran kedua pelaku kini telah teridentifikasi.

Yoseph berperan sebagai eksekutor penikaman, sementara Jafara ikut membantu mengeroyok korban hingga tewas.

Saat ini, penyidik Polresta Sorong Kota masih mendalami motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.

Baca juga: Keluarga Sekuriti Hotel Korban Penikaman Arak Jenazah ke Kantor Polresta Sorong Kota

Peristiwa penikaman

Penikaman di Jalan Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4/2026) dini hari merenggut nyawa Maksi Bless yang berprofesi sebagai sekuriti hotel.

Kapolsek Sorong Barat AKP Max Pigai mengatakan, kepolisian masih menyelidiki serta memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

"Kami menyita barang bukti berupa senjata tajam (sajam). Anggota juga masih mengejar pelaku," ujarnya.

Baca juga: Sekuriti Tewas Ditikam di Sorong, Manajemen Hotel Ungkap Kronologi

Max menambahan, aparat juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban serta meningkatkan kesiapsiagaan personel guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Kasus penikaman membuat keluarga korban menggelar aksi pemalangan jalan di kawasan Tugu Pancasila, tepatnya Jalan Sam Ratulangi.

PEMALANGAN - Pemalangan terjadi di kawasan Tugu Pancasila, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, tepatnya Jalan Sam Ratulangi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4/2026). Aksi dipicu kasus penikaman yang menewaskan Maksi Bless, seorang sekuriti hotel. Massa dari keluarga korban kemudian turun menggelar aksi membakar ban dan seng bekas, serta barang lainnya buat memblokade jalan.
PEMALANGAN - Pemalangan terjadi di kawasan Tugu Pancasila, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, tepatnya Jalan Sam Ratulangi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4/2026). Aksi dipicu kasus penikaman yang menewaskan Maksi Bless, seorang sekuriti hotel. Massa dari keluarga korban kemudian turun menggelar aksi membakar ban dan seng bekas, serta barang lainnya buat memblokade jalan. (TribunSorong.com/Ismail Saleh)

Palang jalan

Pemalangan terjadi di kawasan Tugu Pancasila, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, tepatnya Jalan Sam Ratulangi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/4/2026).

Pantauan TribunSorong.com di lokasi, aksi yang berlangsung sekitar pukul 12.40 WIT ini dipicu kasus penikaman yang menewaskan Maksi Bless, seorang sekuriti hotel . 

Massa dari keluarga korban kemudian turun menggelar aksi membakar ban dan seng bekas, serta barang lainnya buat memblokade jalan.

Baca juga: Keluarga Sekuriti Hotel Korban Penikaman Arak Jenazah ke Kantor Polresta Sorong Kota

Mereka membentangkan kain putih bertuliskan, “Kami dari Keluarga Korban!! Menuntut Keadilan atas meninggalnya Saudara Maksi Bless!”.

Pihak keluarga korban menuntut aparat kepolisian segera menangkap pelaku penikaman yang hingga kini masih buron.

Peristiwa ini membuat akses jalan utama lumpuh tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga pengendara harus mencari jalan-jalan alternatif.

Sejumlah warga tampak berada di sekitar lokasi, memantau situasi dari jarak tertentu. 

"Daerah ini rawan kamtibmas," ucap seorang warga di lokasi.

"Keamanan di Kota Sorong ini sangat lemah," ujar seorang pemuda menimpali.

Baca juga: Update Kasus Penikaman Sekuriti Hotel di Sorong: Pelaku Masih Diburu, Polisi Sita Barang Bukti Sajam

Arak jenazah korban

Keluarga almarhum Maksi Bless, sekuriti hotel korban penikaman, mengarak jenazah ke kantor Polresta Sorong Kota, Minggu (27/4/2026) malam.

Pantauan TribunSorong.com, massa bertolak dari rumah duka di kawasan Kampung Baru sekitar pukul 17.40 WIT.

Peti jenazah dimasukkan ke ambulans, selanjutnya rombongan beriringan melintasi Jalan Ahmad Yani menuju kantor polresta.

Sekitar pukul 18.15 WIT, massa tiba di lokasi selanjutnya berorasi menyampaikan aspirasi.

Puluhan aparat kepolisian membentuk barikade berjaga depan gerbang masuk kantor polresta.

Baca juga: Persikos Kota Sorong Tak Berdaya di Markas Persepam pada Laga Pembuka Liga 4

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan pun tampak menemui massa membaur di kerumunan.

Dalam orasinya, perwakilan keluarga korban mendesak agar aparat segera menangkap pelaku penikaman Maksi Bless.

Selain berorasi, massa juga membakar ban bekas di pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pramuka.

Manajemen hotel buka suara

Manajemen hotel tempat korban bekerja akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden penikaman di Jalan Arfak, Kota Sorong, Minggu (26/4/2026), yang menewaskan seorang sekuriti bernama Maksi Bless.

Perwakilan manajemen hotel Ricky Yafet menjelaskan, kronologi kejadian berdasarkan informasi internal saat menemui massa aksi dan keluarga korban.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 04.00 WIT, manajemen menerima laporan bahwa korban ditemukan dalam kondisi terluka akibat penikaman di sekitar depan Kantor Bulog, lokasi kejadian.

Baca juga: Dinas Perhubungan Kota Sorong Berupaya Aktifkan Kembali Angkot Jalur C

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi dalam kondisi sadar.

“Namun, akibat luka tusukan yang cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Terkait pelaku, Ricky menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga berjumlah dua orang, menggunakan sepeda motor, dan mengenakan kaos berwarna biru.

Ia juga memastikan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Pihak keluarga turut menyampaikan berbagai kecurigaan yang diharapkan dapat membantu pengungkapan kasus.

Baca juga: Wali Kota Sorong Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tekankan Pancasila Pemersatu Bangsa

Ricky mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia menegaskan bahwa kepolisian telah berkomitmen mengusut tuntas kasus ini.

Selain itu, ia meminta massa tidak memalang jalan karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat umum.

“Kami memahami duka keluarga, tetapi masyarakat lain juga memiliki kepentingan. Kami berharap akses jalan dapat kembali dibuka,” ujarnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Sorong: Temuan 1.003 Kasus TB Adalah Bukti Keberhasilan Program Skrining Aktif

Ricky menambahkan, apabila dalam waktu tertentu pelaku belum tertangkap, masyarakat dipersilakan kembali menyampaikan tuntutan.

Namun untuk saat ini, ia meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara maksimal.

“Kami percaya polisi akan mengungkap pelaku. Mari bersama menjaga situasi tetap kondusif,” ucapnya. (tribunsorong.com/safwan ashari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.