TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Aktivitas perdagangan di Pasar Keramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, pada awal Juni 2026 masih terpantau sepi pembeli, Selasa (2/6/2026).
Meski sejumlah pedagang tetap berjualan seperti biasa, aktivitas pasar belum menunjukkan peningkatan pascalebaran.
Berdasarkan pantauan Tribunjambi.com di lokasi, sejumlah lapak bahan pokok masih beroperasi dengan menjual komoditas utama seperti cabai, bawang, dan kebutuhan dapur lainnya.
Namun, arus pembeli terlihat belum ramai dan cenderung menurun dibandingkan kondisi normal sebelum Hari Raya Iduladha.
Di tengah kondisi pasar yang sepi, sejumlah harga bahan pokok mengalami fluktuasi, terutama komoditas cabai yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan cukup tinggi. Saat ini, harga beberapa jenis cabai mulai berangsur turun.
Salah seorang pedagang, Tengku Agam (44), mengatakan harga beberapa jenis cabai mulai mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Menurutnya, harga cabai merah keriting saat ini berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, tergantung kualitas barang.
"Untuk cabai merah keriting sekarang Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram, tergantung kualitasnya," katanya.
Ia juga menyebutkan harga cabai rawit mengalami penurunan cukup signifikan. Saat ini, harga cabai rawit berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
"Cabai rawit juga turun. Sekarang sekitar Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram, sebelumnya bisa sampai Rp70.000 hingga Rp80.000," ujarnya.
Sementara itu, cabai jenis geprek saat ini dijual sekitar Rp60.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang mencapai Rp80.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang merah jenis Jawa justru mengalami kenaikan. Saat ini harganya mencapai Rp60.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Adapun harga bawang putih masih stabil pada kisaran Rp20.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Tengku Agam menilai sepinya aktivitas pasar kemungkinan dipengaruhi kondisi pascalebaran serta melemahnya daya beli masyarakat, termasuk dampak dari rendahnya harga sawit.
"Kondisi pembeli sekarang memang sepi, mungkin karena habis lebaran dan harga sawit juga sedang rendah," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Hari, Edi Sabara, mengatakan harga kebutuhan pokok di Pasar Keramat Tinggi masih tergolong fluktuatif, namun relatif terkendali.
Menurutnya, pada akhir Mei harga cabai merah masih berada di kisaran Rp55.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram pada awal Juni.
Penurunan tersebut dipengaruhi masuknya pasokan dari daerah pemasok sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi.
"Di akhir Mei harga cabai merah masih Rp55.000 per kilogram, lalu awal Juni turun menjadi Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilogram karena stok dari pemasok masuk dan kebutuhan pasar tercukupi," jelasnya.
Ia menambahkan, harga cabai rawit hijau yang sebelumnya mencapai Rp70.000 per kilogram kini turun menjadi Rp60.000 per kilogram, bahkan di beberapa tempat terdapat harga yang lebih rendah.
Selain itu, harga daging ayam broiler juga mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sementara harga daging sapi yang sebelumnya mencapai Rp170.000 per kilogram kini kembali normal di kisaran Rp150.000 per kilogram. Sedangkan harga daging kerbau turun dari Rp180.000 menjadi Rp160.000 per kilogram.
"Secara umum harga bahan pokok di Pasar Keramat Tinggi masih stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan dan sebagian lainnya tetap bertahan," pungkasnya.
Baca juga: Gara-gara Urusan Honor Mediator, Sidang Mediasi Ijazah Jokowi Ditunda