Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran: Ledakan Tabung Gas Terdengar Berkali-kali, Alquran Ikut Hangus
Wahyu Septiana June 02, 2026 03:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Ledakan tabung gas berkali-kali mewarnai kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.

Warga bernama Joko Tri Susilo (50) mengatakan, suara ledakan terdengar berulang kali saat kobaran api membesar dan merambat ke rumah-rumah warga.

"Ledakan sih ada, paling dari tabung-tabung aja itu, tabung gas. Berulangkali sering, dari tabung doang," kata Joko saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (2/6/2026).

Joko yang sehari-hari bekerja sebagai marbot musala mengaku awalnya tidak menyadari telah terjadi kebakaran.

Saat itu, ia sedang menonton pertandingan sepak bola bersama temannya di lantai atas musala.

Keramaian yang terdengar dari luar sempat dikira sebagai aksi tawuran remaja.

Namun setelah keluar untuk mengecek kondisi sekitar, ia mendapati kobaran api sudah membesar di dekat musala.

"Saya pikir bocah tawuran. Pas keluar, tahu-tahu api sudah gede," ujarnya.

KEBAKARAN - Tangkap layar video yang menggambarkan kondisi api berkobar dalam kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
KEBAKARAN - Tangkap layar video yang menggambarkan kondisi api berkobar dalam kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. (Istimewa)

Menurut Joko, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

Bahkan, api disebut hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk merambat dari titik awal kebakaran hingga mencapai area sekitar musala.

Akibatnya, warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.

"Kebanyakan warga sudah enggak bisa apa-apa. Barang-barang enggak bisa diselamatkan karena apinya cepat banget," ucapnya.

Joko sendiri hanya sempat menyelamatkan sejumlah pakaian dan dokumen penting milik keluarganya.

Sementara rumah keluarganya ikut hangus dilalap api bersama ratusan bangunan lainnya.

Ia juga mengungkapkan musala tempatnya mengabdi turut terdampak kebakaran.

Puluhan Alquran, karpet, dan sejumlah bagian bangunan musala dilaporkan hangus terbakar.

"Alquran juga habis semua kebakar. Ada 30-an Alquran," katanya.

Setelah api berhasil dipadamkan menjelang subuh, Joko bersama korban lainnya memilih beristirahat di tenda pengungsian yang telah disiapkan.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada para korban, khususnya anak-anak sekolah yang kehilangan ijazah, seragam, dan perlengkapan belajar akibat kebakaran tersebut.

Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Kolase Foto Kebakaran rumah milik nenek Nia Rahmayanti (60) dan ilustrasi kebakaran.
Kolase Foto Kebakaran rumah   (Kolase Foto Tribun Jakarta)

Berdasarkan data terakhir, sebanyak 304 rumah ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 354 kepala keluarga (KK) dengan total 674 jiwa terdampak kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Meski demikian, delapan orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan menjelang subuh.

Berita Lainnya

Baca juga: Diajak Rano Karno Pindah ke Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Bimbang Tinggalkan Tanah Kelahiran

Baca juga: 6 Fakta WNA Korsel Tewas di Tambun: Keluarkan Ratusan Juta, Terkuak Motif Eks Caleg Bayar Eksekutor

Baca juga: TRANSFER Persib Bikin Deg-degan: Andrew Jung Terancam Dibajak, Pemain Brasil Kirim Kode Gabung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.