ANTON Mantan Polisi Tewas Telungkup di Sel Isolasi Lapas Padahal Pagi Hari Masih Telepon Keluarga
Angel aginta sembiring June 02, 2026 03:55 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Anton Kurniawan mantan polisi tewas telungkup di sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Ray sempat telepon keluarga dan titip pesan.

Anton Kurniawan Stiyanto ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Raya dengan posisi telungkup pada Sabtu (30/5/2026) malam.

Padahal, pada pagi harinya, narapidana yang dihukum penjara seumur hidup ini sempat menghubungi keluarganya lewat telepon untuk menitipkan pesan terakhir mengenai masa depan anak-anaknya.

Sebelumnya Anton sempat viral karena melakukan aksi nekat mencoba melarikan diri dari dalam lembaga pemasyarakatan pada Sabtu (23/5/2026).

Saat itu, mantan anggota Polresta Palangka Raya ini menodongkan senjata api jenis pistol berisi peluru tajam langsung ke arah petugas lapas.

Akibat tindakan tersebut, Anton kemudian ditempatkan di blok sel isolasi dengan pengawasan yang ketat.

Baca juga: Pengadilan Tinggi Medan Kuatkan Vonis 2 Tahun 6 Bulan Mantan Kepsek SMA 19 terkait Kasus Korupsi

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar huniannya, Anton masih menjalankan aktivitas rutin seperti biasa.

Pada sore hari, ia terpantau tetap beraktivitas di lingkungan blok sel isolasi dengan pengawasan dari petugas jaga.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana menjelaskan bahwa menjelang sore hari Anton terpantau masih beraktivitas normal di dalam kamar selnya.

Ia menempati kamar tersebut seorang diri tanpa ada warga binaan lain.

"Masih beraktivitas di kamar sel, sempat mandi, dan makan dengan pengawasan petugas," jelas Putu Murdiana.

Situasi di dalam blok isolasi mulai berubah saat petugas lapas melakukan pemeriksaan rutin pada malam hari.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sekitar pukul 20.32 WIB. Saat pengecekan awal itu, petugas jaga melihat masih ada pergerakan dari tubuh Anton.

Namun, berselang satu jam berikutnya, petugas kembali mengecek kondisi sel.

Petugas mencoba memanggil nama Anton dari depan pintu sel, tetapi tidak mendapatkan respons atau jawaban sama sekali.

Petugas jaga segera melakukan pengecekan langsung bersama perwira piket dan petugas blok pada pukul 23.35 WIB.

Baca juga: KBI Medan Sukses Gelar Medan Cup Open Tournament 2026, Diikuti 25 Klub dari Sumut

Saat pintu kamar sel dibuka, petugas mendapati Anton sudah dalam posisi telungkup dengan kepala menghadap ke lantai.

"Dilakukan pengecekan bersama perwira piket dan komandan jaga, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas, namun beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas," ungkap Putu.

Setelah dipastikan meninggal dunia, pihak lapas segera berkoordinasi dengan Kalapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, serta pihak kepolisian setempat untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah Anton kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangka Raya sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (31/5/2026).

Disisi lain terkuak sebelum dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya, Anton sempat menghubungi kerabat dan keluarganya pada Sabtu (30/5/2026) pagi.

Kerabat Anton, Sugi, mengungkapkan isi percakapan dari panggilan telepon terakhir tersebut.

Baca juga: Disinggung Seskab Teddy, Dino Patti Djalal Kini Banjir Dukungan, Anies Baswedan Ikut Respons

Mantan polisi yang divonis seumur hidup karena menembak sopir ekspedisi bernama Budiman Arisandi pada November 2024 lalu ini memberikan pesan mendalam mengenai masa depan anak-anaknya.

Anton meminta agar kedua anaknya dipindahkan dan disekolahkan di kampung halamannya di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

"Pagi harinya dia menghubungi keluarga. Pesannya kalau terjadi apa-apa dengan saya minta kedua anakku sekolah di Wonosobo, begitu saja katanya," ujar Sugi.

Sugi juga menambahkan bahwa selama menjalani masa hukuman di lapas, Anton tidak pernah mengeluh sakit. 

Sementara itu berdasarkan pemeriksaan medis awal dan hasil visum sementara, penyebab kematian mantan polisi tersebut diduga kuat karena serangan gagal jantung.

Kematiannya dipastikan bukan akibat tindakan bunuh diri ataupun kekerasan fisik.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.