Jakarta (ANTARA) - Diaspora Muda Nusantara menilai diplomasi internasional yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan berbagai manfaat strategis bagi Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ketua Umum Diaspora Muda Nusantara Muh. Akmal Harviansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, mengatakan keberhasilan diplomasi tidak dapat diukur dari frekuensi perjalanan luar negeri semata, melainkan dari hasil yang diperoleh untuk kepentingan nasional.

"Dalam konteks global yang sangat dinamis saat ini, diplomasi aktif Presiden Prabowo menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi dunia," kata Akmal.

Menurut dia, berbagai capaian yang disampaikan pemerintah menunjukkan bahwa kunjungan luar negeri Presiden tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan sejumlah kerja sama strategis di berbagai sektor.

Hasil tersebut mencakup penguatan hubungan dengan berbagai negara, peningkatan kerja sama ekonomi, investasi, pertahanan, hingga pembukaan akses pasar dan peluang kolaborasi baru bagi Indonesia.

Akmal mengatakan kritik dan masukan dari berbagai pihak merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi, namun kritik perlu disampaikan berdasarkan data dan fakta yang utuh.

Ia juga menghormati pandangan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait aktivitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Namun, dia menilai manfaat strategis dari diplomasi yang dijalankan pemerintah telah terlihat melalui sejumlah capaian yang dipaparkan kepada publik.

"Fakta-fakta yang telah disampaikan pemerintah menunjukkan adanya hasil konkret yang diperoleh dari berbagai agenda luar negeri Presiden," ujarnya.

Diaspora Muda Nusantara, lanjut dia, mendukung penjelasan pemerintah bahwa berbagai kunjungan dan pertemuan internasional Presiden dilakukan berdasarkan kebutuhan strategis nasional serta perkembangan global yang berlangsung cepat.

Menurut Akmal, kehadiran langsung kepala negara dalam forum-forum internasional memiliki peran penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra internasional.

Ia menambahkan keberhasilan diplomasi Indonesia perlu dinilai secara objektif melalui hasil yang diperoleh, termasuk meningkatnya kerja sama internasional dan minat investasi ke Indonesia.

"Bicara diplomasi harus bicara hasil. Ketika hasilnya berupa peluang investasi yang lebih luas, penguatan kerja sama strategis, dan meningkatnya posisi Indonesia di panggung global, maka hal itu patut diapresiasi sebagai kerja nyata untuk kepentingan nasional," katanya.

Sebagai organisasi yang mewadahi diaspora muda Indonesia di berbagai negara, Diaspora Muda Nusantara menilai diplomasi aktif pemerintah juga turut memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia di luar negeri.

Akmal berharap seluruh elemen bangsa dapat mendukung agenda-agenda strategis nasional dengan tetap mengedepankan kritik yang konstruktif dan berbasis fakta.

"Kritik tentu penting, tetapi jangan sampai mengaburkan fakta dan capaian yang telah berhasil diraih untuk Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir berhasil membuahkan berbagai capaian konkret bagi kepentingan nasional Indonesia.

"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," ujar Teddy dikutip dari tayangan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin (1/6).

Teddy menjelaskan bahwa salah satu hasil nyata dari diplomasi tersebut adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS yang mampu menjaga stabilitas stok BBM serta harga BBM subsidi tetap terjaga di tengah krisis dunia.

Selain itu, Indonesia juga telah berhasil mendapatkan tarif 0 persen untuk ekspor ke 25 negara Uni Eropa sejak tahun 2025.

Diplomasi Presiden Prabowo juga berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji yang berjalan lancar berkat kerja sama strategis dengan Arab Saudi, termasuk kepemilikan perkampungan haji bagi jamaah Indonesia.

Selain itu, peran aktif Indonesia untuk Palestina juga diwujudkan melalui pengiriman logistik via udara, kapal rumah sakit, hingga penyediaan beasiswa bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.