TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Separuh jalan yang jadi proyeksi perbaikan jalan di Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah sudah dicor.
Pengerjaan dan anggaran yang seluruhnya berasal dari warga Kampung Mujirahayu tersebut merupakan pengecoran tahap kedua.
Pada tahap pertama, warga telah menyelesaikan pengecoran sepanjang 45 meter.
Koordinator aksi swadaya masyarakat, Amar Maruf, menjelaskan bahwa pada tahap kedua jalan yang dicor mencapai 250 meter.
Namun, kata dia, untuk gelombang awal tahap kedua, pengerjaan difokuskan sepanjang 100 meter terlebih dahulu.
"Untuk prosesnya sampai sekarang separuh jalan sudah dicor atau tahap pengeringan. Ketebalan 30 sentimeter dengan lebar 5 meter. Anggaran dalam rencana anggaran biaya yang kita gunakan untuk tahap ini sekitar Rp 200 juta," ujar Amar, Selasa (2/6/2026).
Amar mengatakan, seluruh dana dan pembangunan ini murni berasal dari kantong masyarakat setempat, tanpa ada campur tangan atau bantuan dari pemerintah daerah.
Sejak dibuka pada akhir Ramadan hingga seusai Lebaran lalu, total dana swadaya yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat telah mencapai sekitar Rp 250 juta.
"Kalau untuk dana, riil swadaya masyarakat. Belum ada campur tangan dari pemerintah setempat," tutur Amar.
Amar mengatakan, perbaikan jalan tahap dua berada di Dusun 1, mulai dari wilayah RT 01.
Dia mengatakan, lokasi itu dipilih bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kondisi jalan di lokasi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan menjadi langganan rusak setiap tahun.
"Karena di titik ini sangat rawan sekali untuk ambles. Setiap ditimbun batu, setiap musim hujan pasti akan berlubang lagi dan sangat parah. Bahkan sering terjadi kecelakaan juga di sini," ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, kata dia, antusiasme warga untuk terlibat sangat tinggi.
Proses pengecoran dilakukan secara bergotong royong.
Guna menjaga kelancaran lalu lintas, sistem pengerjaan pun dibagi menjadi separuh jalan terlebih dahulu agar para pengguna jalan lain tetap bisa melintas.
Meski awalnya sempat dibuat jadwal giliran ronda kerja, Amar mengaku terharu karena banyak warga yang di luar jadwal tetap datang ke lokasi untuk membantu.
"Masyarakat alhamdulillah sangat antusias sekali untuk bergotong royong. Mereka merelakan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta bendanya untuk ikut membangun jalan di Kampung Mujirahayu ini," ujar Amar.
"Target pengerjaan pengecoran ini diperkirakan rampung dalam waktu satu minggu," tambahnya.
Aksi turun ke jalan dan patungan massal ini terpaksa dilakukan karena masyarakat membutuhkan kepastian akses transportasi yang layak demi perputaran ekonomi desa.
Meski demikian, Amar tidak menampik bahwa pihak pemkab sebenarnya sempat menjanjikan adanya kucuran anggaran untuk perbaikan jalan.
Warga Kampung Mujirahayu kini menagih dan sangat mengharapkan janji bupati segera direalisasikan agar beban materiil masyarakat tidak terlalu berat ke depannya.
Terlebih, masih banyak titik rawan rusak lainnya di kampung tersebut yang butuh perbaikan.
"Kemarin itu bupati menjanjikan untuk menganggarkan dana membangun Kampung Mujirahayu. Ya itu kami sangat menunggu, sangat mengharapkan, biar masyarakat tidak terlalu terbebani di dalam pembangunan ini," harap Amar.
Ia juga menambahkan, perbaikan infrastruktur dari pemerintah adalah hak yang sudah semestinya diterima oleh warga desa.
"Harapan kami, Kampung Mujirahayu sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah. Biar merasakan hasil dari pajak mereka untuk jalan kita juga," pungkasnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)