Kesehatan Jemaah Kloter JKG 19 Pesawaran Pasca Armuzna Relatif Stabil, 1 Dirujuk ke RS
Reny Fitriani June 02, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Kondisi kesehatan jamaah haji Kloter JKG 19 asal Provinsi Lampung pasca pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dilaporkan relatif stabil. 

Baca Juga: Jemaah Haji asal Pringsewu Diduga Meninggal Akibat Serangan Jantung di Arab Saudi

Meski demikian, sejumlah jamaah mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang padat.

Ketua Kloter JKG 19, Tri Idayana mengatakan, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami jamaah saat ini adalah batuk pilek, kelelahan, demam, dan konjungtivitis atau sakit mata.

“Secara keseluruhan kesehatan jamaah pasca Armuzna relatif stabil. Namun karena faktor kelelahan setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta lempar jumrah dan bermalam di Mina selama tiga hari, banyak jamaah mengalami kelelahan fisik,” kata Tri kepada Tribun Lampung, Selasa (2/5/2026).

Menurutnya, setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna, jamaah masih harus melanjutkan ibadah di Kota Makkah, termasuk melaksanakan tawaf ifadah yang membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Tri menjelaskan, hingga saat ini tidak ada jamaah yang menjalani perawatan di hotel. 

Namun, terdapat satu jamaah yang harus dirujuk ke rumah sakit akibat kondisi kelelahan pasca tawaf ifadah.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan terakhir, kondisi jamaah yang dirujuk ke rumah sakit sudah mulai stabil,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada jamaah Kloter JKG 19 yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji hingga saat ini.

Stabilnya kondisi kesehatan jamaah, lanjut Tri, tidak terlepas dari peran aktif Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter JKG 19 yang secara rutin memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan visitasi ke kamar-kamar jamaah di hotel.

“Tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan pelayanan kesehatan kepada jamaah sehingga berbagai keluhan dapat segera ditangani,” katanya.

Data kesehatan Kloter JKG 19 mencatat, kasus terbanyak pasca Armuzna meliputi batuk pilek, kelelahan, demam, dan konjungtivitis. 

Sementara itu, jumlah jamaah yang menjalani perawatan di hotel tercatat nihil, jamaah dirujuk ke rumah sakit satu orang, dan tidak ada jamaah yang meninggal dunia.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.