Pesona Gua Berlapis di Bulungan, Warisan Kesultanan yang Menyimpan Puluhan Gua Saling Terhubung
Junisah June 02, 2026 07:34 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Keberadaan Gua Berlapis di Desa Baratan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga Gubernur Kaltara Zainal Paliwang.

Sensasi wisata alam yang hanya dapat dinikmati dengan mendaki ini selain memiliki panorama alam yang unik, Gua Berlapis ternyata menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan Kesultanan Bulungan.

Kawasan ini dulunya menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mencari penghidupan atas arahan Kesultanan Bulungan.

Pemilik kawasan Gua Berlapis saat ini, H. Mochtar menjelaskan lahan tersebut merupakan kawasan yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa Kesultanan Bulungan.

Baca juga: Objek Wisata Hidden Gem Gua Berlapis di Bulungan, Sensasi Hiking hingga Batu Bermusik

"Ini sudah dimiliki turun-temurun sejak zaman Kesultanan Bulungan. Pada tahun 2009 kawasan ini beralih kepada saya," ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, kawasan gua tersebut sempat direncanakan menjadi objek wisata pada tahun 2010. Namun rencana tersebut belum dapat terealisasi hingga saat ini.

Di dalam kawasan Gua Berlapis masih terdapat habitat burung walet yang aktif berkembang biak. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan apabila kawasan wisata tersebut dikembangkan secara serius.

Pihaknya menuturkan, sejak dahulu kawasan gua menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Selain sarang burung walet, masyarakat juga memanfaatkan hasil hutan seperti rotan dan kayu.

"Tempat ini dulunya merupakan kawasan yang dimanfaatkan masyarakat atas arahan Kesultanan Bulungan untuk mencari hidup. Yang paling terkenal tentu sarang burung waletnya," katanya.

Baca juga: Gua Karst Batu Putih dan Batu Tumpuk Bisa jadi Destinasi Wisata Alternatif Masyarakat Kaltara

Ia mengungkapkan, pada masa lalu populasi burung walet di kawasan tersebut sangat melimpah karena pengelolaannya dilakukan secara bijak.

"Kalau dulu sarang burung tidak ada habis-habisnya karena orang dulu tidak serakah. Sekarang banyak yang diambil sebelum waktunya sehingga lama-kelamaan berkurang," ujarnya.

Selain nilai sejarahnya, Gua Berlapis juga menyimpan potensi wisata alam yang besar. Mochtar menyebut terdapat sekitar 22 gua yang tersebar di kawasan tersebut.

"Di daerah sini saja ada sekitar 22 gua. Yang dekat dengan Gua Berlapis ada sekitar enam sampai tujuh goa," ungkapnya.

Beberapa gua bahkan disebut saling terhubung dan memiliki jalur tembus hingga ke lokasi lain.

"Gua Berlapis ini bisa tembus ke goa lain. Ada jalur di dalam yang menghubungkan beberapa goa di kawasan ini," katanya.

HIDDEN GEM - Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat melakukang Hiking dan mengunjungi wisata Goa Berlapis bersama para OPD
HIDDEN GEM - Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat melakukang Hiking dan mengunjungi wisata Goa Berlapis bersama para OPD (TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu)

Ia juga menyebut terdapat sebuah gua yang berada tidak jauh dari Gua Berlapis. Gua tersebut sempat direncanakan untuk dikembangkan sebagai lokasi budidaya walet, namun upaya tersebut terkendala karena sering terjadi pencurian dan perusakan fasilitas.

Dengan potensi sejarah, keindahan alam, serta keberadaan puluhan gua yang unik, kawasan Goa Berlapis dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bulungan.

"Kita berharap ada dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga sekaligus mengembangkan kawasan tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya," tandasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.