TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sebanyak 104 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ambil bagian dalam Bhayangkara Fair 2026 yang digelar di Alun-Alun Ki Bagus Asra, Bondowoso. Kegiatan yang diselenggarakan Polres Bondowoso ini berlangsung selama 16 hari, mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2026, yang merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Bhayangkara Fair tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan seni, sosial, dan olahraga yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, menjelaskan bahwa seluruh peserta UMKM yang terlibat merupakan pelaku usaha lokal Bondowoso. Produk yang dipamerkan meliputi fesyen, kuliner, minuman, hingga kerajinan tangan.
Selain stan UMKM, panitia juga menyediakan area khusus bagi instansi, pegiat sosial, organisasi amal, serta ruang promosi berbagai produk dan layanan masyarakat.
"UMKM ada, pegiat sosial ada. Kami sediakan tempat untuk semuanya," kata Bobby saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Mutasi Besar di Polres Bondowoso, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Berganti
Menurutnya, Bhayangkara Fair dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas seni, organisasi sosial, hingga pelajar dalam satu kegiatan yang sama.
Selama penyelenggaraan acara, pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan, mulai dari pentas seni pelajar, pertunjukan seni tradisional, musik religius gambus dan hadrah, hingga eksibisi olahraga seperti tinju, wushu, dan sepatu roda.
"Kami pertemukan semuanya; pelaku UMKM, seni, pegiat sosial, sampai sarana unjuk bakat bagi pelajar," ujarnya.
Baca juga: Dituduh Halalkan Korupsi, Ketua DPRD Bondowoso Laporkan Dua Akun TikTok
Bhayangkara Fair juga memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha yang terlibat. Salah seorang pelaku UMKM kuliner mengaku penjualannya meningkat signifikan sejak mengikuti kegiatan tersebut.
Ia mengatakan omzet harian yang biasanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, kini bisa mencapai Rp1 juta per hari selama acara berlangsung.
"Kalau hari biasa mentok Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per hari," ungkapnya.
Peningkatan penjualan tersebut membuat para pelaku usaha selalu antusias menyambut berbagai kegiatan yang mampu menghadirkan banyak pengunjung.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan Bhayangkara Fair bukan sekadar hiburan maupun pameran produk. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Baca juga: Duet KH Abdul Qodir Syam dan Syaeful Bahar Resmi Pimpin PCNU Bondowoso Periode 2026-2031
"Ini jadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Bhayangkara Fair menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat sektor ekonomi kreatif, sekaligus membantu UMKM memperluas jaringan usaha dan pemasaran produk.
"Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Wakil Bupati Bondowoso KH As'ad Yahya Syafi'i menilai kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan humanis Polri dalam membangun interaksi yang positif dengan masyarakat.
Menurutnya, Bhayangkara Fair menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah serta pemberdayaan ekonomi warga.
"Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat mendukung kegiatan positif seperti ini," tambahnya.