Jatim Akan Impor 1500 Sapi Perah dari Australia untuk Genjot Produksi Susu
Eko Darmoko June 02, 2026 07:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pemprov Jatim terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi susu di tengah melonjaknya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Salah satu langkah yang akan dilakukan tahun ini adalah mendatangkan 1.500 ekor sapi perah dari Australia melalui skema kemitraan dengan sektor swasta.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan bahwa meski Jawa Timur saat ini masih menjadi produsen susu terbesar di Indonesia, peningkatan produksi tetap harus dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan susu nasional.

“Jawa Timur memang menjadi gudang ternak nasional, termasuk produsen susu terbesar di Indonesia."

"Populasi sapi perah di Jawa Timur saat ini sekitar 300 ribu ekor, sementara secara nasional populasi sapi perah hanya sekitar 500 ribu ekor,” kata Indyah, Selasa (2/6/2026). 

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya jumlah penduduk dan bertambahnya kebutuhan susu seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga mendorong peningkatan permintaan produk peternakan, termasuk susu segar.

“Penduduk terus bertambah, kemudian ada Program MBG yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar."

"Di sisi lain pola konsumsi masyarakat juga berubah. Konsumsi susu semakin meningkat sehingga kebutuhan terus bertambah,” ujarnya.

Baca juga: Status Aset Velodrome Kota Malang Ternyata Milik Pemprov Jatim

Karena itu, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan sektor swasta untuk meningkatkan populasi sapi perah.

Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Kementerian Pertanian guna memperkuat produksi susu dalam negeri.

Indyah menjelaskan, kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendatangkan sapi perah sebenarnya sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun lalu, perusahaan Greenfields mendatangkan sekitar 1.200 ekor sapi perah impor. Sementara itu, Rojokoyo Banyuwangi juga mengimpor sekitar 700 ekor sapi perah.

“Tahun ini rencananya akan ada impor sekitar 1.500 ekor sapi perah dari Australia."

"Harapannya dengan bertambahnya populasi sapi perah, produksi susu di Jawa Timur juga meningkat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program impor sapi perah tersebut tidak hanya berorientasi pada investasi perusahaan besar, tetapi juga dirancang untuk memperkuat peternak rakyat melalui pola kemitraan.

Dengan konsep tersebut, perusahaan besar akan bekerja sama dengan peternak lokal sehingga manfaat peningkatan populasi sapi perah dapat dirasakan secara lebih luas.

“Konsepnya adalah kemitraan. Jadi ada pergandengan tangan antara perusahaan besar dengan peternak rakyat."

"Dengan begitu pengembangan sapi perah tidak hanya dilakukan industri besar, tetapi juga melibatkan peternak-peternak kita,” ungkap Indyah.

Saat ini produksi susu segar atau fresh milk Jawa Timur mencapai sekitar 1.300 hingga 1.400 ton per hari.

Namun angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, khususnya sektor swasta, untuk memperluas investasi di subsektor peternakan sapi perah.

“Kami terus menggandeng seluruh stakeholder, terutama yang bergerak di sektor swasta, untuk mengembangkan investasi peternakan sapi perah sehingga produksi susu Jawa Timur bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Baca juga: Ratusan SPPG di Jatim Distop Sementara Karena Tak Kantongi SLHS, Pengurusan Ditenggat 30 Hari

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.