Tersangka Hanania Group Berdalih Tiket Pesawat Mahal, Polisi Fokus Telusuri Aliran Dana
Eko Sutriyanto June 02, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman (ASFR), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah, sempat menyampaikan alasan terkait gagalnya keberangkatan sejumlah calon jemaah.

Kepada penyidik, ASFR berdalih kendala keberangkatan dipicu oleh perubahan jadwal penerbangan dan tingginya harga tiket pesawat yang dipengaruhi situasi konflik internasional.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin membenarkan bahwa alasan tersebut disampaikan oleh tersangka selama proses pemeriksaan.

"Memang salah satu yang disampaikan oleh tersangka adalah adanya penundaan atau perubahan dari tiket pesawat," kata Iman di Polda Metro Jaya, Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, penyidik tidak menjadikan keterangan tersebut sebagai fokus utama dalam penanganan perkara. 

Baca juga: Polisi Ungkap Dana Jemaah Umrah Hanania Group Dipakai Bayar Influencer

Polisi saat ini lebih mendalami aliran dana yang berasal dari setoran para calon jemaah umrah.

Menurut Iman, penyidik berupaya memastikan penggunaan dana yang telah dibayarkan para jemaah, termasuk menelusuri apakah dana tersebut benar digunakan untuk kebutuhan operasional pemberangkatan umrah atau dialihkan untuk kepentingan lain.

"Kami hanya berdasarkan pada fakta hukum yang diperoleh dalam proses penyidikan," ujarnya.

Seiring berjalannya penyidikan, polisi juga menduga jumlah korban dalam kasus ini lebih banyak dibandingkan yang telah tercantum dalam laporan polisi.

Karena itu, Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan guna menampung laporan dari masyarakat yang merasa menjadi korban namun belum tercatat dalam proses penyidikan.


"Korban lebih dari apa yang sudah tertera di dalam laporan polisi," kata Iman.

Ia menambahkan, pembukaan posko pengaduan diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh gambaran menyeluruh terkait jumlah korban dan total kerugian yang ditimbulkan.

Dalam kesempatan yang sama, Iman mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah.

Menurut dia, calon jemaah kerap tertarik pada penawaran paket dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, namun disertai berbagai fasilitas tambahan yang menggiurkan.

Selain itu, promosi yang melibatkan tokoh maupun figur publik juga sering digunakan untuk menarik minat calon jemaah.

"Biasanya harganya lebih murah, fasilitasnya lebih banyak, atau ditawarkan perjalanan umrahnya bersama tokoh tertentu atau public figure tertentu. Ini perlu kehati-hatian," tuturnya.

Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan perkara dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta menelusuri aliran dana yang diduga terkait dengan kasus tersebut.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.