Segera Mendarat di Indonesia, Ini Prediksi Spesifikasi SUV Jetour T1 i-DM
Sanusi June 02, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jetour Indonesia akan punya jagoan baru untuk menaklukkan pasar kendaraan roda empat di segmen SUV perkotaan dengan segera akan diluncurkannya Jetour T1 di Indonesia.

Berbeda dengan saudaranya, SUV Jetour T2 yang diposisikan sebagai SUV untuk petualangan ke luar kota dan medan menantang, Jetour T1 i-DM diposisikan sebagai SUV urban untuk penggunaan di perkotaan dan asik digunakan sebagai kendaraan harian. 

Karenanya, T1 i-DM memiliki spesifikasi yang lebih fokus ke para pengguna urban termasuk dari aspek kenyamanan interior hingga fitur-futurnya.

Baca juga: Jetour Akan Kenalkan T1, SUV Baru 5-Seater Berteknologi i-DM di Indonesia

Desain

Jetour T1 i-DM merupakan SUV yang pernah memenangi penghargaan Red Dot Design Award 2024 dan predikat SUV yang direkomendasikan tahun 2026 di Cile.

SUV bergaya boxy lima penumpang dua baris ini sudah terjual di seluruh dunia sebanyak 169.831 unit sejak 19 bulan pertama peluncurannya, untuk tipe T1 ICE dan T1 PHEV.

Di eksteriornya, SUV ini mengadopsi grill horizon light bar dengan animasi cahaya. Bumper depannya dilengkapi dengan perlindungan pejalan kaki untuk melindungi dari risiko cedera parah. Begitu juga pada bumper belakangnya.

Wiper SUV ini akan bekerja otomatis menyapu air hujan di kaca saat turun hujan di perjalanan karena dilengkapi sensor rain sensing.

Bagian overfender-nya sudah dilengkapi side step untuk memudahkan akses keluar masuk kabin serta Side Body Cladding untuk melindungi bodi dari risiko gores ringan.

Di bagian kaca belakang sudah dilengkapi rear defogger untuk membantu visibilitas pengemudi terhadap kondisi jalan di belakang mobil. Kaki-kakinya menggunakan ban ukuran 235/60 R19 dan velg 19 inci.

Baca juga: JETOUR Tegaskan Arah New Energy Vehicle, Hadirkan Teknologi i-DM untuk Standar Baru PHEV

Kenyamanan Interior dan Fitur Hiburan

Kabin Jetour T1 i-DM untuk versi edar di Indonesia akan sepenuhnya berwarna hitam, berbeda dengan versi pasar lokal China yang two tone.

Sebagai urban SUV, Jetour T1 i-DM dibekali sejumlah fitur hiburan dan kenyamanan di perjalanan. Di bagian dasbor dipasang layar sebagai head unit berukuran 15,6 inci tipe layar sentuh didukung chip prosesor Snapdragon 8155 dengan Tour 2.0 OS.

Dilengkapi pula dengan panel instrumen full digital berukuran 10.25 inci. Untuk kebutuhan penyimpanan termasuk untuk barang-barang kecil, SUV lima penumpang ini memiliki 45 ruang penyimpanan. 

Berikut prediksi spesifikasi Jetour T1 i-DM yang akan segera meluncur di Indonesia:

Jetour T1 i-DM merupakan SUV plug-in hybrid dengan teknologi Intelligence Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dengan efisiensi bahan bakar optimum.

Jetour T1 i-DM diprediksi akan menggunakan mesin bensin: 1.500 cc turbo dengan tenaga maksimum 136 PS dan torsi tertinggi 220 Nm.

Sementara tenaga gabungan mesin bensin dengan motor listriknya mencapai 201 PS dengan torsi maksimun 310 Nm. Sebagai SUV perkotaan, T1 i-DM diperkirakan akan mengadopsi sistem penggerak roda depan atau front wheel drive (FWD).

Baterai LFP

Jetour T1 i-DM menggunakan baterai jenis Ferro Phosphate (LFP) untuk menyimpan daya listrik saat proses charging berkapasitas 26 kWh dan dengan melaju di mode EV bisa menjangkau jarak tempuh hingga 100 kilometer dan dilengkapi kemampuan pengisian daya cepat atau fast charging.

Pengisian daya dengan mode DC Fast Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya  sekitar 27 menit dan pengisian daya dengan mode AC Charging dari 10 ke 100 persen sekitar 3 jam.

Baterai ini mengantongi sertifikasi IP68 untuk melindungi dari debu dan air serta tahan terhadap beragam kondisi jalan. SUV ini diklaim sangat efisien dalam konsumsi energi karena kombinasi mesin bensin dan baterainya sanggup menempuh jarak hingga 1.000 kilometer.

Teknologi Transmisi DHT Canggih

Jetour T1 i-DM menggunakan transmisi 1DHT dengan 1 motor elektrik yang disebut Dedicated Hybrid Transmission (DHT). DI SUV ini, DHT bekerja mengatur kinerja seluruh sistem hybrid-nya. 

DHT bekerja mengatur distribusi tenaga secara otomatis antara mode elektrik, bensin atau kombinasi antara keduanya pada titik paling efisien. Konsumsi bahan bakar menjadi sangat efisien, perpindahan daya juga lebih halus bebas hentakan, serta akselerasi yang instan pada berbagai kondisi jalan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.