Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Bangunan Pasar Rakyat yang berdiri megah di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, kini menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, pasar yang dibangun menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan senilai sekitar Rp 6 miliar itu hingga kini belum berfungsi sebagaimana mestinya.
Sejak selesai dibangun pada tahun 2018 lalu, pasar tersebut belum pernah ditempati secara optimal oleh para pedagang.
Akibatnya, bangunan yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu justru terlihat terbengkalai dan mulai mengalami kerusakan.
Warga Desa Serambi Gunung, Firman, mengatakan kondisi pasar saat ini sangat memprihatinkan. Selain tidak digunakan, sejumlah fasilitas yang ada di dalam bangunan pasar juga mulai rusak bahkan hilang.
"Sejak dibangun pasar ini belum ada digunakan. Sudah banyak bagian bangunan yang mulai rusak, termasuk perlengkapan dan instalasi kelistrikannya sudah banyak hilang," kata Firman kepada Tribunbengkulu.com, Selasa (2/6/2026).
Dijelaskan Firman, kondisi los-los tempat berjualan juga tampak tidak terawat. Beberapa bagian mengalami kerusakan akibat terlalu lama tidak digunakan dan tidak ada perawatan.
Padahal, saat pertama kali dibangun, masyarakat berharap pasar ini dapat menjadi pusat perdagangan baru yang mampu menggerakkan perekonomian warga di wilayah Kecamatan Talo dan sekitarnya.
Namun kenyataannya, para pedagang justru memilih berjualan di luar area gedung pasar.
Aktivitas jual beli saat ini lebih banyak berlangsung di halaman pasar hingga sepanjang jalan masuk menuju bangunan pasar tersebut.
"Pedagang lebih memilih berjualan di luar. Ada yang di halaman, ada juga yang di pinggir jalan masuk pasar. Di dalam bangunan justru kosong," ujarnya.
Kondisi ini membuat bangunan pasar yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Firman berharap Pemkab Seluma segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali fungsi Pasar Rakyat Desa Serambi Gunung.
Sebab keberadaan pasar ini dinilai sangat strategis untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik.
Selain penataan pedagang, masyarakat juga meminta dilakukan perbaikan terhadap fasilitas pasar yang telah rusak agar bangunan tersebut tidak semakin terbengkalai.
"Sayang sekali kalau bangunan sebesar ini dibiarkan begitu saja. Anggarannya besar, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal," tambah Firman.