TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Universitas Terbuka (UT) Majene melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa KIP-K dan CSR yang dilaksanakan Rabu (20/5/2026) lalu di Ruang Tutorial kantor UT Majene.
Mengangkat tema "Membangun Jiwa Wirausaha Muda yang Kreatif, Inovatif, dan Mandiri", acara ini dirancang khusus untuk mengubah paradigma mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta peluang bisnis yang adaptif.
Baca juga: UT Majene Bekali Mahasiswa Strategi Taklukkan Tugas dan UAS Semester Genap
Baca juga: Api Boedi Oetomo Menyala dari Majene Direktur UT Devi Ajak Semua Jajaran Perkuat Solidaritas
Kuliah bermutu, lulus langsung siap buka lapangan kerja, semangat itulah yang terpancar dalam kegiatan ini
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan kampus.
Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si., saat membuka acara menegaskan bahwa mentalitas mandiri harus dipupuk sejak di bangku kuliah. Senada dengan hal tersebut, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni, Fitriadi Nurdin, S.Kom., M.M.S.I., turut hadir memotivasi para peserta agar berani mengambil langkah nyata dalam dunia bisnis.
Daya tarik utama pelatihan ini terletak pada hadirnya para pelaku usaha sukses putra daerah Sulawesi Barat sebagai mentor.
Pada sesi awal yang dipandu oleh Ananda Risky Khalik, S.Si., narasumber Muhammad Wais yang merupakan CEO PT. Dapur Sehat Marendeng menantang mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari karyawan menjadi entrepreneur.
Ia membagikan kiat-kiat melihat peluang bisnis dari masalah sehari-hari, melakukan riset pasar sederhana, hingga menyusun model bisnis agar fondasi usaha kokoh sejak awal.
Tak kalah seru, sesi siang yang dipandu oleh Mukhlisa Setiabudi, S.I.Kom., menghadirkan Dheny Firsandy Nur, S.Pd., CEO brand lokal legendaris, Coklat Macoa.
Dheny mengupas tuntas rahasia dapur bisnisnya, mulai dari Manajemen Keuangan Dasar—seperti menjaga arus kas tetap sehat dan mengelola modal—hingga taktik jitu dalam Strategi Pemasaran Digital.
Mahasiswa diajarkan cara memetakan target audiens (buyer persona) serta memaksimalkan kekuatan konten di media sosial untuk memperkuat daya saing produk.
Melalui pelatihan ini, UT Majene sukses membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi muda Sulbar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan inovatif di era ekonomi kreatif. (*)