TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023, Kelurahan Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, adalah destinasi yang wajib dikunjungi apabila wisatawan mencari lokasi bernuansa sejuk dan indah di Indonesia Tengah.
Kelurahan yang diapit Gunung Lokon dan Mahawu ini punya pesona alam dataran tinggi, wisata religi, pusat budidaya
bunga hingga kearifan lokal penduduknya.
Selain punya daya tarik panorama alam yang indah, desa ini tersohor sebagai sentra bunga untuk perhelatan tahunan skala internasional, Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang digelar setiap bulan Agustus.
Kakaskasen berjarak sekitar 32 km dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado ini punya beberapa potensi yang bisa dikembangkan, dan sejumlah masalah yang harus diatasi, seperti:
● Penguatan kapasitas digital masyarakat dan pelaku UMKM (mencakup sistem keuangan berkelanjutan, legalitas usaha, sertifikasi halal)
● Pengelolaan potensi wisata agar memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi warga
● Pengembangan konsep wisata berkelanjutan melibatkan masyarakat lokal
● Peningkatan kesadaran dan perilaku gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, kolesterol, diabetes
● Optimalisasi promosi dan branding desa wisata
● Pelestarian budaya dan sejarah lokal (cerita rakyat dan sejarah Gunung Lokon)
● Peningkatan keterlibatan generasi muda dalam pengembangan desa
Berlatar potensi dan tantangan pengembangan Kakaskasen Dua di atas, dua tim dari Universitas Indonesia (UI) dan Binus University beradu gagasan di Genera-Z Berbakti 2026 untuk mengembangkan program pengabdian masyarakat di sana.
Tim Katalis dari Universitas Indonesia membawa ide pengembangan pariwisata dan pemberdayaan UMKM di Kakaskasen Dua yang saat ini belum terintegrasi berkelanjutan.
Tim ini mengemukakan tiga solusi pemecahan masalah untuk membawa kemajuan di Kakaskasen Dua, yaitu:
1. Artha-Floria: Workshop produk eco-print dan kemasan ramah lingkungan
2. Nature Experience: Modul wellness tourism serta peningkatan kapasitas pelaku pariwisata
3. Cerita Desa Wisata Kakaskasen Dua: Pembuatan website Desa Wisata dengan fitur utama story map interaktif
Tak mau kalah, Tim Aksara dari Binus University mengangkat tantangan regenerasi budaya, rendahnya nilai ekonomi produk UMKM, dan keterbatasan promosi UMKM sebagai dasar dalam mengajukan program.
Solusi yang ditawarkan tim ini adalah:
1. Youth Cultural Initiative: Komunitas generasi muda untuk pelestarian budaya
2. Klaster Bersama Matuari: Pembentukan klaster dan pendampingan UMKM
3. Minaesa Platform: Platform digital untuk integrasi pilar ekonomi dan budaya desa
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F.Haryn menjelaskan, Genera-Z Berbakti merupakan ruang bagi generasi muda visioner untuk berkolaborasi langsung
dengan masyarakat.
"Kami berharap inovasi yang dibawa tim Universitas Indonesia dan Binus University mampu mengoptimalkan potensi pariwisata alam, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Kakaskasen Dua," ujar Hera kepada Tribunmanado.co.id, Selasa 2 Juni 2026.
Katanya, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas dan mampu membawa
dampak positif bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kedua tim akan beradu proposal untuk memperebutkan kesempatan implementasi langsung program yang mereka rancang di Kakaskasen Dua.
Publik dan para pendukung dapat ikut memberikan kontribusi suara (voting) guna memilih tim favorit mereka melalui akun Instagram resmi BCA (@goodlifebca) dari periode 21 Mei hingga 5 Juli mendatang.
Hasil pemungutan suara ini akan menentukan peraih gelar Fan Favourite Team dari total delapan finalis nasional
Genera-Z Berbakti 2026. (Ndo/Advertorial)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini