TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Suzuki Ignis warga oranye AG 1164 TS menjadi mobil terakhir yang melintas di atas jembatan Gondang 1 dari arah utara sebelum ditutup, Selasa (2/6/2026) pukul 14.11 WIB.
Sedangkan dari selatan sepeda motor Honda Scoopy AG 6557 REF menjadi kendaraan terakhir yang melintas dari arah selatan di waktu yang sama.
Setelah itu akses jembatan ini dari kedua arah ditutup oleh pelaksana proyek, tuntas sekitar pukul 14.35 WIB.
Proyek penggantian jembatan ini direncanakan tuntas pada 11 Desember 2026 mendatang.
Baca juga: Warga Kota Kediri Didorong Jadi Penggerak Perubahan di Lingkungannya Lewat Program MERATA
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, pihaknya mengawal rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan.
“Ada 3 titik yang kami tempatkan personel, yaitu simpang empat Tamanan, simpang 3 Kalangbret, dan sebelum Polsek Gondang,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek.
Taufik mengingatkan 3 jalur alternatif yang bisa dilewati sepeda motor dan mobil roda 4.
Dari arah Trenggalek, ada di simpang 3 Malasan Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek ke kanan tembus ke simpang 4 Malasan, Kecamatan Gondang.
Lalu di simpang 3 Kecamatan Gondang ke kanan tembus ke simpang tiga Polsek Kalangbret.
Satu lagi di simpang 3 Desa Bendungan memutas ke Mojosari, tembus ke simpang tiga Pampang Desa Jarakan, Kecamatan Gondang.
“Untuk tiga jalur ini tidak untuk kendaraan roda 6 atau lebih. Hanya untuk roda empat dan sepeda motor,” tegasnya.
Tiga jalur ini bisa digunakan dari arah Tulungagung ke Trenggalek.
Sedangkan khusus roda 6 atau lebih, hanya ada 1 jalur yaitu simpang 4 Tamanan ke Bandung, tembus simpang 3 Durenan Kabupaten Trenggalek.
Sebaliknya dari Trenggalek belok di simpang 3 Durenen ke Kecamatan Bandung, tembus ke simpang empat Tamanan.
“Untuk roda atau lebih wajib menggunakan jalur ini. Jika memaksa lewat 3 jalan alternatif tadi akan kami tindak,” sambung Taufik.
Sementara Pengawas Lapangan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali, Osky Ardianto, jembatan lama akan dihancurkan total dan dibangun jembatan baru.
Menurut Osky, berdasarkan kajian 2 tahun lalu diketahui Jembatan Gondang 1 kondisinya kritis.
Jika dipaksakan terus difungsikan, jembatan ini hanya kuat untuk 5 tahun ke depan.
“Fisiknya sudah retak, lantai jembatan juga sudah turun. Kami mengantisipasi hal yang hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Trenggalek Jalin Kerjasama dengan Imigrasi Ponorogo, Cegah Kejahatan Siber hingga TPPO
Proses pembongkaran jembatan akan dilakukan dalam 1 minggu ke depan.
Selanjutnya diteruskan dengan pembangunan struktur jembatan yang baru yang diperkuat.
Jembatan baru ini diproyeksikan untuk bisa digunakan 40-50 tahun ke depan.
“Kekuatan jembatan akan maki maksimalkan untuk mengantisipasi beban kendaraan berlebih,” pungkas Osky.
Proyek penggantian Jembatan Gondang 1 dianggarkan satu paket dengan penggantian Jembatan Kaliombo 1 di Kediri.
Kedua proyek ini senilai Rp 15,9 miliar, bersumber dari APBN 2026.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)