Minim Sumber Air Saat Terjadi Kebakaran, DPKP Tana Tidung Usulkan Tandon Air di Tiap Desa
Junisah June 02, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu tantangan utama bagi tim pemadam kebakaran dalam penanganan saat terjadi amukan si jago merah di Kabupaten Tana Tidung, Kalimntan Utara.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tana Tidung mengusulkan pembangunan tandon air dan jaringan hidran di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala DPKP Tana Tidung Rudi menyampaikan keberadaan tandon air sangat penting untuk memastikan pasokan air tetap tersedia saat proses pemadaman berlangsung, terutama di wilayah yang jauh dari sumber air.

“Jadi poinnya harus ada hidran. Hidran itu seperti jaringan air yang nanti tandon-tandonnya ada di situ. Jadi ketika water supply kosong, dia bisa menyuplai ke unit kita,” ujar Rudi kepada TribunKaltara.com, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: DPKP Tana Tidung Imbau Warga Tidak Sembarang Sambung Kabel Listrik, Rawan Picu Kebakaran

Menurut Rudi, idealnya setiap desa yang memiliki kawasan permukiman padat setidaknya mempunyai satu tandon air yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan saat terjadi kebakaran.

“Idealnya di permukiman yang padat harus ada instalasi hidrannya. Paling tidak satu desa yang padat permukiman memiliki satu tandon,” katanya.

Rudi menjelaskan, selama ini petugas pemadam kebakaran kerap menghadapi kendala karena harus mencari sumber air yang lokasinya cukup jauh dari titik kebakaran. 

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kecepatan dan efektivitas penanganan di lapangan.

Karena itu, DPKP Tana Tidung mendorong adanya kolaborasi dengan pemerintah desa dalam penyediaan sarana pendukung penanggulangan kebakaran tersebut.

“Tapi intinya kami membangun kolaborasi. Kalau ada kebakaran itu bagaimana suplai air berkelanjutan, karena kendala sekarang titik airnya jauh kan, jadi butuh waktu,” jelasnya.

Baca juga: DPKP Tana Tidung Siapkan Inspeksi Door to Door, Sasar Permukiman Rawan Kebakaran

Ia menilai pemerintah desa memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi wilayah, termasuk lokasi permukiman padat yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.

Rudi menambahkan, sejumlah fasilitas umum dan bangunan layanan publik di Tana Tidung saat ini sudah memiliki sistem cadangan air sendiri sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran.

“Selama ini yang lengkap memiliki itu kan rumah sakit, perbankan. Artinya proteksinya sudah jalan,” tambahnya.

Meski demikian, penerapan sistem serupa di kawasan permukiman warga masih memerlukan proses bertahap karena membutuhkan dukungan anggaran dan perencanaan yang matang.

“Nah kalau permukiman masyarakat memang butuh waktu. Ini juga salah satu upaya kita ke depannya,” pungkasnya. 

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.