Jembatan Gondang Trenggalek - Tulungagung Ditutup Total, Kendaraan Besar Dialihkan 
Wiwit Purwanto June 02, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID TRENGGALEK - Pengalihan arus lalu lintas resmi diberlakukan bagi kendaraan roda enam, kendaraan angkutan barang berdimensi besar, dan bus di jalur penghubung Kabupaten Trenggalek menuju Kabupaten Tulungagung.

Kebijakan ini diterapkan menyusul penutupan total Jembatan Gondang yang sedang menjalani proses pembangunan.

Berdasarkan pantauan di Simpang Empat Durenan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (2/6/2026), sejumlah rambu pengalihan arus telah dipasang untuk mengarahkan kendaraan besar menuju jalur alternatif.

Bus dan truk dari arah Trenggalek kini diarahkan melewati Kecamatan Bandung dan Kecamatan Campurdarat sebelum masuk ke wilayah Kota Tulungagung. Sementara petugas kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan dan membantu pengendara.

Baca juga: Perbaikan Jembatan Kaliombo Kediri, Warga Berharap Selesai Lebih Cepat

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan pihaknya telah menempatkan enam personel di titik krusial sejak penutupan arus mulai diberlakukan.

"Ada enam orang personel yang disiagakan di Pertigaan Durenan, yang dipimpin langsung oleh Kanit Patroli," ujar AKP Sony Suhartanto.

Polisi Gencarkan Sosialisasi Pengalihan Arus

Menurut AKP Sony, jajaran Satlantas Polres Trenggalek bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur yang ditutup.

Sosialisasi dilakukan secara langsung di lapangan maupun melalui berbagai platform media sosial resmi milik kepolisian.

"Tentunya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Trenggalek, dilanjutkan melalui media sosial. Kita sampaikan dalam hal pengalihan arus ini," ujar AKP Sony.

Baca juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Resmi Ditutup Mulai Hari Ini Hingga Desember 2026

Ia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi petunjuk dan arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung.

Selain menyiapkan personel, kepolisian juga memasang banner informasi dan rambu penunjuk arah di sejumlah titik strategis guna memudahkan pengendara menemukan jalur alternatif yang telah ditetapkan.

Sopir Bus dan Truk Diminta Hitung Ulang Waktu Perjalanan

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperumkimhub) Trenggalek, Hendra Sanggara, membenarkan adanya penutupan total jalur tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu diambil karena pembangunan Jembatan Gondang di wilayah Kabupaten Tulungagung mengharuskan seluruh kendaraan tidak melintas di jalur utama Trenggalek-Tulungagung untuk sementara waktu.

Hendra mengingatkan dampak penutupan cukup besar terhadap waktu tempuh perjalanan. Karena itu, pengemudi kendaraan besar diminta mempersiapkan perjalanan lebih matang.

"Kami mengimbau untuk pengendara, khususnya yang mengangkut bus, kemudian kendaraan angkutan barang yang dimensi besar, mohon kesiapannya memperhitungkan juga lokasi dan waktu," ujar Hendra beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan skema rekayasa lalu lintas sebenarnya telah disiapkan sejak tahap awal pembahasan proyek bersama pihak terkait di Tulungagung.

Untuk kendaraan angkutan barang berdimensi besar dan bus dari arah Trenggalek, hanya tersedia satu jalur alternatif yang dinilai paling aman dan sesuai dengan kapasitas jalan.

"Angkutan barang di dimensi besar dan bus ini melewati dari Trenggalek sampai dengan Simpang Durenan, lalu belok ke kanan melewati jalan provinsi ke arah Bandung," pungkasnya. Madchan Jazuli.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.