Iran memberikan sinyal akan menghentikan sementara pembicaraan mengenai gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Iran menegaskan pembicaraan baru dapat dilanjutkan jika serangan Israel dihentikan dan pasukan Israel ditarik dari wilayah Lebanon.
Dilansir dari theguardian.com pada Selasa (2/6), Iran juga mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz.
Iran tak peduli kawasan itu menjadi jalur pelayaran penting yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
Bahkan, Iran mengancam akan memperketat blokade sebagai bentuk tekanan terhadap Israel dan negara-negara pendukungnya.
Kabar ini langsung memicu kekhawatiran pasar global.
Jika penutupan berlangsung lama, pasokan minyak global dapat terganggu dan berpotensi mendorong kenaikan harga energi.
Dilaporkan, keputusan ini diambil setelah Teheran menuding Israel terus melakukan serangan di Lebanon.
Iran menganggap serangan itu melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah dibahas sebelumnya.
Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih optimistis kesepakatan dapat tercapai.
Pemerintah AS menyatakan tetap membuka peluang dialog untuk meredakan konflik dan mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.