Lolos dari Kebakaran Besar 2024, Yanti Warga Kemayoran Kini Pedih Rasakan Rumahnya Sendiri Kebakaran
Rr Dewi Kartika H June 02, 2026 11:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Yanti (52), korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengaku tidak pernah menyangka rumah yang ditempatinya bersama keluarga akhirnya ikut hangus terbakar setelah sebelumnya lolos dari kebakaran besar yang pernah melanda kawasan tersebut.

Perempuan yang telah tinggal puluhan tahun di lingkungan itu mengatakan dirinya hanya menjadi saksi saat kebakaran besar terjadi beberapa tahun lalu.

Namun, pada kebakaran yang terjadi Senin (1/6/2026) malam, giliran rumah yang ditempatinya bersama anak, menantu, dan cucunya yang ludes dilalap api.

"Ya Allah bukan nangis lagi Bang saya. Nangis bener-bener nangis tuh mah keluar bener-bener saya. Karena ngerasain bener-bener ngerasain saya," kata Yanti saat ditemui di lokasi pengungsian.

Yanti mengaku masih mengingat kebakaran besar yang pernah terjadi di kawasan tersebut pada 2024.

Saat itu, rumahnya tidak terdampak kebakaran.

Sebaliknya, ia hanya melihat rumah-rumah warga lain yang menjadi korban.

"Kalau ininya sih tahun ini kedua kali, di tahun 2024 ya. Iya waktu itu kebakaran hebat. Tapi kalau zaman dulu kan udah pernah tapi kan enggak sampai kayak saya ngerasain sekarang," ujarnya.

Menurut Yanti, pengalaman menyaksikan kebakaran dari kejauhan ternyata berbeda dengan saat harus mengalaminya sendiri.

Ia mengaku tidak kuasa menahan tangis ketika melihat rumah yang ditempatinya hangus terbakar.

"Kemarin kan saya cuma lihat ya kan jangan sampai, ternyata saya ngerasain begini. Makanya ya Allah ini ujian," ucapnya.

Yanti menceritakan saat kebakaran terjadi dirinya sedang berbelanja di pasar.

Ketika itu, ia menerima telepon yang mengabarkan adanya kebakaran besar di kawasan tempat tinggalnya.

Ia kemudian bergegas pulang.

Namun saat tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan melahap permukiman warga.

Yanti mengaku tidak sempat masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang-barang miliknya.

Ia hanya bisa menyaksikan kobaran api dari kejauhan.

"Langsung pulang, api-api udah gede. Tapi udah habislah barangnya," katanya.

Akibat kebakaran tersebut, hampir seluruh perabotan rumah tangga miliknya hangus terbakar.

Lemari, kasur, dan berbagai barang berharga lainnya tidak berhasil diselamatkan.

Yanti mengatakan hanya beberapa pakaian yang sempat dibawa keluar oleh cucunya sebelum api membesar.

Saat ini, Yanti bersama lima anggota keluarganya bertahan di tenda pengungsian yang didirikan untuk korban kebakaran.

Meski sejumlah kerabat menawarkan tempat tinggal sementara, ia memilih tetap berada di pengungsian bersama warga lainnya.

Menurut dia, kebersamaan dengan sesama korban membuat mereka bisa saling menguatkan setelah kehilangan tempat tinggal.

Diketahui, kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Berdasarkan data terakhir, sebanyak 304 rumah ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 354 kepala keluarga (KK) dengan total 674 jiwa terdampak kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Namun, delapan orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Para korban kini masih mengungsi sambil menunggu proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.