TRIBUNJAKARTA.COM – Isu keamanan dan edukasi dalam dunia estetika menjadi salah satu perhatian utama dalam forum yang mempertemukan tokoh perempuan Indonesia dengan praktisi medis asal Korea Selatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Kim Han-jo, dokter bedah plastik asal Seoul, bersama Devita Rusdy.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan dunia estetika modern yang mengedepankan aspek keselamatan, edukasi, serta pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Acara tersebut juga diikuti ratusan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, aktivis, hingga pegiat komunitas yang ingin memahami perkembangan tren estetika.
Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan berbagai wawasan mengenai pentingnya memahami prosedur estetika secara menyeluruh.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada tren kecantikan yang berkembang saat ini, tapi juga menyoroti pentingnya standar keselamatan pasien, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi yang memadai sebelum menjalani tindakan estetika.
Devita Rusdy menilai forum semacam ini penting karena dapat membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan.
"Saya secara personal sangat merekomendasikan Eleven Plastic Surgery, rumah sakit milik Dr. Kim di Korea Selatan jika berbicara soal perawatan estetika, bedah plastik, dan anti-aging," ujarnya.
"Saya sendiri telah mencobanya secara langsung di Eleven dan merasakan hasil luar biasa yang sangat memuaskan," tambahnya.
Forum tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang estetika medis.
Dr. Kim Han-jo yang memiliki pengalaman panjang di bidang bedah plastik dan estetika membagikan pandangannya mengenai perkembangan teknologi medis, standar keselamatan, serta pentingnya pendekatan berbasis sains dalam setiap prosedur yang dilakukan.
Diskusi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta yang ingin memahami bagaimana praktik estetika berkembang di tingkat internasional dan bagaimana prinsip-prinsip keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.
Sementara, Devita Rusdy menilai komunitas memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait kesehatan dan estetika.
Menurutnya, informasi yang akurat dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memahami berbagai pilihan perawatan yang tersedia serta mengurangi risiko akibat minimnya edukasi.
Kehadiran para pengusaha perempuan, aktivis, dan tokoh masyarakat dalam forum tersebut juga menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan, kecantikan, dan pemberdayaan perempuan di era modern.
Melalui forum ini, para peserta juga membahas peluang kerja sama dalam bidang edukasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah perlunya program berbagi pengetahuan, seminar, serta pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan pemahaman mengenai aspek keselamatan dan etika dalam dunia estetika.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi sekaligus mendorong terciptanya budaya edukasi yang lebih kuat di tengah berkembangnya industri estetika di Indonesia.
Baca juga: Jadi Anggota DPRD Kecantikan Bella Sofie Dinyinyiri, Disebut Rajin Jualan di Tiktok dari Urus Rakyat
Baca juga: Skincare Saja Nggak Cukup! Berapa Sih Biaya Perawatan Kecantikan untuk Atasi Keriput?
Baca juga: Ria Agustina Pemilik Klinik Kecantikan Abal-abal Ternyata Pernah Treatment Buat Diri Sendiri