TRIBUNJAKARTA.COM - Setelah tiga tahun terhenti, Adara Relief International kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara langsung di Gaza pada momentum Idul Adha.
Direktur Fundraising Adara Relief International, Indah Kurniati, mengatakan pelaksanaan kurban di Gaza tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan syariat Islam, tetapi juga wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik kemanusiaan.
“Berkurban di Gaza menjadi pilihan para pekurban tak hanya untuk menunaikan salah satu syariat Islam, ia juga merupakan upaya mewujudkan kepedulian terhadap kemanusiaan,” ujar Indah, Selasa (2/6/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, Adara menyembelih lima ekor kambing dari donatur warga di Indonesia yang kemudian didistribusikan kepada warga Gaza.
Meski jumlahnya terbatas, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk kembali menghidupkan program kurban di wilayah tersebut.
Menurut Indah, keterbatasan jumlah hewan kurban dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi di Gaza, termasuk berkurangnya ketersediaan ternak dan tingginya harga hewan.
“Keterbatasan hewan, tingginya harga, serta kondisi implementasi yang amat menantang menjadi cerita tersendiri untuk kurban di Gaza tahun ini,” katanya.
Ia mengatakan, situasi keamanan di Jalur Gaza masih menjadi tantangan besar.
Beberapa hari menjelang hingga saat perayaan Iduladha, serangan militer Israel dilaporkan masih terus berlangsung.
Meski demikian, proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban tetap dapat dilakukan pada hari raya.
“Meskipun demikian, hewan kurban Sahabat Adara dapat disembelih pada hari raya Idul Adha dan didistribusikan kepada 70 keluarga di Gaza,” tutur Indah.