Sebelum Dicopot, Dadan Masih Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Dapur MBG di Palmerah
Noval Andriansyah June 03, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Beberapa jam sebelum didepak dari kursinya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebenarnya masih menjalankan tugas seperti biasa pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Baca juga: Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Isu Dugaan Jual-Beli Dapur MBG Mencuat

Dadan bahkan terlihat setia mendampingi dan menyambut langsung kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang tengah meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta. 

Namun, kebersamaan yang tampak hangat di pagi hari itu seketika sirna setelah Istana ketok palu mengumumkan pencopotannya pada malam hari.

Pembersihan total di pucuk pimpinan lembaga pengelola anggaran Rp268 triliun ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kantor Presiden pada Selasa malam.

Didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, posisi Dadan resmi digantikan oleh Nanik S Deyang.

Tak hanya Dadan, dua wakilnya yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut digulung dan diganti oleh Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono.

“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi di hadapan media, dikutip dari Tribunnews.com.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan krusial untuk mencopot Dadan sebenarnya sudah bulat sejak beberapa hari sebelumnya.

Di balik senyum Dadan saat mendampingi Presiden di Palmerah pagi itu, rapor kinerjanya rupanya sudah memerah.

Belakangan memang santer kabar bahwa pimpinan BGN tersandung isu miring, bahkan sempat dikaitkan dengan rumor Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh aparat penegak hukum terkait dugaan jual-beli titik lokasi dapur SPPG.

Seorang pejabat pemerintahan bahkan sempat membocorkan bahwa Presiden Prabowo memang sudah lama menyoroti buruknya tata kelola di lembaga tersebut. Salah satu poin evaluasi yang paling fatal adalah masalah efisiensi kerja.

“Ada satu di antara lembaga, yang harusnya segera diganti. Karena kinerja dan pemborosan anggaran,” bisik pejabat tersebut kepada wartawan pekan lalu.

Sengkarut di tubuh BGN ini kian benderang setelah Kantor Staf Presiden (KSP) di bawah komando Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur SPPG pertengahan Mei lalu.

Dari sidak tersebut, mantan KSAD ini menemukan kondisi miris yang jauh dari standar kesehatan, mulai dari dapur yang pengap dan kotor, tempat cuci piring tak layak, hingga temuan belatung di area pengelolaan makanan anak sekolah.

Dadan Hindayana sendiri awalnya dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024 menjelang purnatugas, khusus untuk menakhodai program prioritas era Prabowo ini.

Meski hingga Mei 2026 program MBG sukses menjangkau 61,9 juta penerima dari target 82,9 juta jiwa, besarnya sorotan publik dan temuan pelanggaran di lapangan membuat pemerintah enggan berkompromi.

Langkah tegas mencopot Dadan pun diambil demi menyelamatkan masa depan program makan gratis ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.