TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Sektor ganda putri Indonesia dipastikan tidak akan kehabisan stok pemain elite.
Di lini pelapis utama yang kini melesat ke jajaran top dunia, nama Febriana Dwipuji Kusuma mencuat sebagai salah satu pilar masa depan Merah Putih.
Berdasarkan data resmi dari Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), atlet yang akrab disapa Ana ini menjelma menjadi motor penggerak sektor ganda putri lewat konsistensi prestasinya yang gemilang.
Lahir di Jember, Jawa Timur, pada 19 Februari 2001, Febriana merupakan produk binaan klub legendaris PB Djarum sebelum akhirnya resmi ditarik menghuni Pelatnas Cipayung.
Memiliki postur 163 cm dengan kekuatan dominan pada tangan kanan, Ana dikenal sebagai pemain belakang yang ulet dengan kapasitas daya tahan (endurance) luar biasa.
Bakat besar Febriana sudah terendus sejak ia berkompetisi di level junior.
PB PBSI mencatat Ana sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di masanya, yang dibuktikan dengan keberhasilannya menyabet medali emas Kejuaraan Asia Junior 2018 di Jakarta saat berpasangan dengan Ribka Sugiarto.
Transisinya ke level senior kian matang ketika tim pelatih ganda putri Pelatnas memasangkannya dengan Amallia Cahaya Pratiwi.
Pasangan yang kini populer dengan julukan "Ana/Tiwi" tersebut langsung menunjukkan grafik performa yang progresif.
Baca juga: Profil Velisha Christina, Regenerasi Atlet Putri Bulu Tangkis Indonesia
Berdasarkan kompilasi data prestasi PBSI, berikut beberapa torehan emas sepanjang kiprah Ana di level senior:
Medali Emas SEA Games 2023 (Kamboja): Menjadi momentum pembuktian Ana/Tiwi di level regional Asia Tenggara setelah memenangi laga All-Indonesian Final.
Juara Australian Open (Super 500): Gelar prestisius yang menegaskan status mereka sebagai penantang gelar di turnamen level atas BWF World Tour.
Juara Taipei Open (Super 300): Dominasi beruntun yang membuktikan kematangan taktis mereka atas pasangan-pasangan tangguh Asia.
Sejarah Uber Cup: Ana menjadi bagian dari skuad srikandi sejarah yang sukses membawa Indonesia kembali menembus babak final Uber Cup, menyudahi penantian panjang selama 16 tahun.
Di bawah asuhan tangan dingin pelatih kepala ganda putri PBSI, Eng Hian, Ana ditempa menjadi pemain belakang yang sangat disiplin.
Karakteristik permainannya mencerminkan pakem klasik ganda putri Asia: bertumpu pada pertahanan (defense) yang rapat, penempatan bola yang cerdik, dan keberanian untuk meladeni reli-reli panjang yang menguras fisik lawan.
Kelebihan utama Ana adalah ketenangannya di lapangan dalam mengatur tempo permainan.
Saat pasangannya, Tiwi, melakukan serangan di area depan net, Ana dengan sigap mengover area belakang lapangan, melepaskan pukulan clear bertenaga maupun dropshot yang menyulitkan transisi lawan.
Dengan usia yang kini berada di masa keemasan, Febriana Dwipuji Kusuma diproyeksikan oleh PB PBSI untuk terus melangkah lebih jauh.
Target besar untuk menembus jajaran lima besar dunia dan mengamankan tradisi medali di turnamen-turnamen mayor dunia kini berada di pundak mojang Jember ini. (*)