Bawahi 94 Sekolah, Yasukmabar Susun "Roadmap" Strategis Pendidikan Lima Tahun ke Depan
Hilarius Ninu June 03, 2026 04:39 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Yayasan Sukma Manggarai Barat (Yasukmabar) resmi menetapkan tujuh pilar strategis dalam roadmap capaian pendidikan untuk lima tahun ke depan. Fokus utama yayasan saat ini adalah melakukan konsolidasi serta penguatan tata kelola pada 94 sekolah Katolik yang berada di bawah naungannya.

Ketua Yasukmabar, RD Yohanes Fakundo Selman, S.Fil., M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk menambah jumlah unit sekolah baru dalam waktu dekat. Prioritas yayasan adalah memastikan seluruh institusi yang ada saat ini dapat dikelola secara optimal.

"Tantangan utama saat ini bukanlah memperluas jumlah sekolah, melainkan memastikan seluruh sekolah yang sudah dipercayakan kepada yayasan dapat dikelola secara optimal dan berkembang dengan baik," ujar Romo Ivan, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Ditetapkan sebagai Guru Besar, Mgr Maksimus Regus: Buah Dedikasi dan Komitmen Institusional

Menurut Romo Ivan, tujuh pilar strategis tersebut dirancang untuk mentransformasi sekolah-sekolah Katolik di Manggarai Barat agar lebih relevan dengan tantangan zaman. 

Pilar pertama adalah tata kelola sinodal dan akuntabel yang fokus pada penguatan kelembagaan partisipatif, transparan, dan berbasis data, termasuk digitalisasi administrasi serta penguatan budaya audit di seluruh unit. 

Pilar kedua yaitu mutu pendidikan berbasis iman dan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai Injil dengan budaya lokal Manggarai dan kompetensi abad ke-21 melalui supervisi akademik serta penguatan literasi dan numerasi.

Pilar ketiga adalah pengembangan SDM dan kesejahteraan guru yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan spiritualitas pelayanan, dengan perhatian khusus pada peningkatan kesejahteraan guru non-ASN. 

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemda Manggarai Barat Fokus pada Literasi dan Numerasi

Selanjutnya, pilar keempat yaitu penguatan infrastruktur yang memprioritaskan pembenahan sarana dan prasarana belajar secara bertahap, mulai dari akses sanitasi, listrik, hingga konektivitas internet berdasarkan skala urgensi.

Pilar kelima mencakup kemandirian keuangan melalui diversifikasi pendanaan lewat kemitraan strategis, dukungan alumni, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga pengembangan unit usaha produktif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber dana tunggal. 

Pilar keenam berkaitan dengan relevansi vokasi dan dunia kerja guna menyiapkan lulusan yang kompeten di sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan pertanian modern sebagai upaya mendukung posisi Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. 

Terakhir, pilar ketujuh adalah misi sosial dan inklusivitas yang menegaskan peran sekolah Katolik sebagai sarana transformasi sosial melalui program beasiswa serta intervensi terhadap isu kemiskinan dan stunting.

Romo Ivan menambahkan, seluruh energi dan sumber daya yayasan saat ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenahan manajemen.

"Dengan fondasi yang kuat, Yasukmabar berharap seluruh sekolah dapat bertumbuh secara sehat dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.