Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Logo Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 bukan sekadar angka yang menandai usia kota.
Di balik desain angka 599 yang digunakan tahun ini, tersimpan filosofi mendalam tentang persatuan, kepemimpinan, budaya, hingga harapan pembangunan Kota Cirebon di masa depan.
Melalui tema 'Manunggal Winangun Caruban', Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas kota wali tersebut.
Tema tersebut memiliki makna yang kuat.
Baca juga: PROFIL Dadan Hindayana, Dari Pakar Entomologi ke Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo usai Evaluasi MBG
Manunggal berarti bersatu atau menyatu, Winangun berarti membangun, sedangkan Caruban merupakan asal kata Cirebon yang berarti perpaduan berbagai unsur budaya, etnis, adat dan masyarakat.
Makna itu mencerminkan wajah Cirebon yang sejak dahulu tumbuh dalam keberagaman budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, hingga budaya pesisir yang berpadu menjadi identitas khas daerah.
Tak hanya tema, setiap unsur yang terdapat dalam logo Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 juga mengandung pesan tersendiri.
Pada angka lima, terdapat ilustrasi ombak yang melambangkan pembangunan berkelanjutan, semangat gotong royong dan harapan agar Kota Cirebon terus bergerak maju tanpa kehilangan akar budayanya.
Sementara itu, motif Mega Mendung yang berada di atas pohon menjadi simbol penting dalam filosofi masyarakat Cirebon.
Mega Mendung menggambarkan pemimpin yang mampu meneduhkan rakyat, masyarakat yang menjaga harmoni, serta pembangunan yang dilandasi kebijaksanaan dan keseimbangan.
Adapun pada angka sembilan terdapat ilustrasi Pohon Tanjung yang memiliki makna mendalam dalam ajaran dan filsafat Keraton Kasepuhan Cirebon.
Pohon tersebut melambangkan pemerintah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus harapan agar warga dapat tumbuh bersama dalam kesejahteraan serta menjadikan Kota Cirebon semakin maju dan bermartabat.
Tak kalah penting, terdapat pula simbol Gapura Candi Bentar yang menjadi representasi hubungan antara pemimpin dan rakyat.
Gapura itu dimaknai sebagai gerbang menuju kemajuan sekaligus penghubung antara nilai-nilai tradisi dengan modernisasi yang terus berkembang.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, semangat yang ingin dibangun dalam peringatan Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini adalah kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
"Semangat yang ingin dibangun adalah kebersamaan. Dengan bersatu dan saling mendukung, kita bisa bersama-sama membangun Kota Cirebon yang lebih maju," ujar Iing saat diwawancarai media, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Kepincut Young Guns Barcelona, Wakil Ketua DPRD Kuningan Dukung Spanyol di Piala Dunia
Menurutnya, tema Manunggal Winangun Caruban dipilih karena sejalan dengan harapan pemerintah agar pembangunan Kota Cirebon dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.
Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberagaman yang dimiliki Cirebon merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat.
Seperti diketahui, peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 tahun ini disiapkan dengan konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Kota Cirebon ingin perayaan yang jatuh pada 17 Juni 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
"Sejak tahun lalu, Pak Wali Kota dan Bu Wakil Wali Kota berharap Hari Jadi Cirebon bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga Kota Cirebon," kata Iing.
Karena itu, berbagai unsur masyarakat mulai dari seniman, budayawan, komunitas, pelaku usaha hingga instansi vertikal dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
"Kami ingin perayaan ini benar-benar menjadi milik bersama. Karena itu berbagai elemen masyarakat kami libatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan," ucapnya.
Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 berlangsung sejak akhir Mei hingga Juli 2026.
Selain agenda tradisional seperti rapat paripurna, maca babad dan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, hiburan rakyat hingga Festival Kelurahan yang menampilkan potensi masing-masing wilayah.
"Banyak komunitas yang turut berpartisipasi. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Hari Jadi Kota Cirebon," kata Iing.