Kisah Loyalitas Marcos Santos di Arema FC dan Keyakinannya Brasil Juara Piala Dunia 2026
Aurora Nightingale June 03, 2026 07:53 AM

MALANG - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menjadi sorotan publik sepak bola Malang setelah berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026.

Di balik keberhasilan Singo Edan menutup musim yang penuh tantangan di papan tengah, pelatih asal Brasil itu mengungkap kisah kesetiaannya saat menolak tawaran untuk meninggalkan Malang, demi menuntaskan perjuangan bersama timnya.

Saat ini, sembari pulang ke kampung halamannya untuk menunggu keputusan perpanjangan kontrak dari manajemen Arema FC, pelatih berusia 47 tahun tersebut juga secara terbuka menjagokan negaranya, Brasil, untuk menjuarai gelaran Piala Dunia 2026.

Berikut ulasan lengkapnya:

Loyalitas Marcos Santos

Marcos Santos mengaku sempat menolak kesempatan untuk hengkang di tengah musim demi tetap mendampingi tim yang tengah dilanda kesulitan, dan akhirnya mampu menuntaskan kompetisi di posisi ke-9 klasemen akhir dengan 48 poin.

Hasil tersebut tidak datang dengan mudah. Arema FC harus menghadapi badai cedera, performa yang tidak stabil, hingga kehilangan beberapa pemain kunci.

Meski begitu, Singo Edan berhasil menutup musim di papan tengah dan perlahan membangkitkan kembali semangat juang tim.

Dalam perjalanan penuh rintangan tersebut, sosok Marcos Santos menjadi figur penting yang banyak mendapatkan perhatian.

Bukan hanya karena taktiknya di lapangan, tetapi juga karena loyalitas dan keteguhannya untuk tetap bertahan di situasi sulit.

“Bagi saya, sebuah kebanggaan bisa memulai dan menyelesaikan musim ini bersama Arema FC,” ujar pelatih asal Brasil itu, Senin (1/6/2026).

Marcos mengungkapkan bahwa ia banyak belajar selama berkarier di Indonesia.

Menurutnya, pengalaman bersama Arema FC bukan sekadar soal sepak bola, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan.

“Kami yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; tentang kerendahan hati dan kesederhanaan,” tambahnya.

Marcos juga menyebut bahwa ia sebenarnya memiliki peluang untuk meninggalkan Arema FC di tengah musim, namun memilih bertahan untuk menyelesaikan perjuangan bersama tim hingga akhir.

“Ini pekerjaan keras dan berat, tapi kami berhasil mengembalikan semangat Arema. Pemain bekerja luar biasa,” tuturnya.

Setelah musim resmi berakhir, pelatih 47 tahun itu memutuskan pulang ke Brasil sambil menunggu keputusan manajemen mengenai masa depannya di Malang.

Marcos tidak menutupi keinginannya untuk tetap melanjutkan pekerjaan bersama Singo Edan.

Menurutnya, Arema FC memiliki ikatan emosional yang berbeda dibandingkan klub-klub lain.

“Amin, semoga saja demikian. Saya berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, Claudio, yang telah bekerja luar biasa,” ujar Marcos.

“Arema bukan cuma tim, tetapi keluarga yang menjadi bagian dari Kota Malang. Di Brasil, Arema itu seperti Corinthians atau Palmeiras, klub yang selalu harus berjuang di puncak,” lanjutnya.

Piala Dunia 2026 dan Candaan untuk Indonesia

Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, ajang terbesar sepak bola dunia yang akan kick-off pada 9 Juni 2026, berbagai pihak mulai menebak siapa yang akan menjadi juara.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, juga turut memberikan prediksinya. Ia dengan yakin menjagokan Brasil untuk menjadi kampiun Piala Dunia kali ini.

“Tentu saja saya mendukung Brasil. Brasil akan menang,” ucap Marcos usai membawa Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta pada laga terakhir Super League 2025/2026, Jumat (22/5/2026).

Dengan senyum lebar, Marcos terlihat sangat percaya diri dengan pilihannya. Wajar saja, pelatih kelahiran Brasil itu optimistis negaranya mampu membawa pulang trofi Piala Dunia tahun ini.

Sambil bercanda dengan awak media, Marcos mengatakan bahwa ia akan mendukung Indonesia seandainya skuad Garuda berhasil lolos ke Piala Dunia.

Sayangnya, Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final setelah tersingkir di babak keempat Kualifikasi Zona Asia.

“Kalau Indonesia lolos ke Piala Dunia, tentu saya akan mendukung Indonesia. Tapi karena tidak ada Indonesia, saya dukung Brasil,” ujarnya sambil tertawa di ruang konferensi pers.

Ambisi Besar Carlo Ancelotti

Brasil di bawah asuhan Carlo Ancelotti menatap Piala Dunia 2026 di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko dengan rasa percaya diri tinggi.

Ancelotti membawa 26 pemain ke dalam skuadnya, termasuk beberapa bintang besar. Nama yang paling mencuri perhatian tentu Neymar, yang kembali memperkuat Tim Samba.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Neymar akan kembali mengenakan nomor punggung 10 yang sudah identik dengannya di Timnas Brasil.

Pada fase grup Piala Dunia 2026, Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti.

Skuad Selecao akan melakoni laga perdana melawan Maroko pada 14 Juni 2026, kemudian menghadapi Haiti pada 20 Juni, dan menutup fase grup dengan laga kontra Skotlandia pada 25 Juni 2026.

Secara komposisi pemain, Brasil diprediksi unggul jauh di atas kertas untuk mendominasi grup ini.

Terlebih, mereka diperkuat pemain-pemain top yang bermain di Eropa seperti Vinicius Jr, Raphinha, dan Marquinhos yang baru saja meraih gelar Liga Champions bersama PSG.

Dengan skuad bertabur bintang ini, Carlo Ancelotti membawa ambisi besar untuk mengembalikan kejayaan Brasil dan merebut kembali trofi Piala Dunia, yang terakhir mereka raih 24 tahun lalu.

Pada edisi 2002 di Jepang dan Korea Selatan, Brasil sukses menundukkan Jerman 2-0 di partai final lewat aksi gemilang para legenda seperti Ronaldo dan Rivaldo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.