Roy Keane dengan tegas meyakini bahwa keputusan memecat Arne Slot akan menjadi langkah yang keliru bagi Liverpool.
Legenda Manchester United, Roy Keane, menilai bahwa memecat Arne Slot setelah sang pelatih berhasil membawa Liverpool menjuarai Liga Premier Inggris pada musim pertamanya akan menjadi kesalahan besar.
Liverpool mengalami musim 2025-26 yang sangat berat di semua kompetisi, dengan catatan mengejutkan berupa 18 kekalahan sejak awal musim.
Musim sebelumnya, trofi Liga Premier Inggris 2024-25 dibawa ke Anfield setelah Arne Slot sukses mengantarkan Liverpool meraih total 84 poin — sebuah perbedaan mencolok dibandingkan musim ini yang telah dipastikan tanpa gelar.
Arne Slot direkrut oleh Liverpool pada awal musim 2024/25 untuk menggantikan Jürgen Klopp, yang masa kepelatihannya telah membawa The Reds kembali ke puncak sepak bola Inggris, Eropa, dan dunia.
Selama masa kepemimpinannya, pelatih asal Jerman itu berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions 2018/19, Piala Super UEFA, Piala Dunia Antarklub FIFA, serta trofi Liga Premier Inggris musim 2019/20, ditambah dua gelar domestik pada musim 2021/22.
Pada tahun terakhirnya bersama Liverpool, Klopp menutup kariernya di klub dengan meraih trofi Carabao Cup keduanya, meskipun sebagian besar pemain yang diturunkannya saat final melawan Chelsea adalah pemain muda.
Itu terjadi pada musim 2023-24, di mana Klopp membawa The Reds finis di posisi ketiga klasemen dengan 82 poin, mencetak 86 gol dan kebobolan 41 gol selama satu musim Liga Premier.
Pada musim ketika Arne Slot meraih gelar juara, pelatih asal Belanda tersebut juga membawa Liverpool meraih 84 poin, dengan catatan 86 gol tercipta dan 41 gol kebobolan — statistik yang identik dengan musim terakhir Klopp.
Roy Keane, yang penampilannya di Liga Champions melawan Juventus pada tahun 1999 menempati peringkat ketiga dalam daftar penampilan individu terbaik sepanjang masa versi FourFourTwo, meyakini bahwa tekanan dari para penggemar yang mulai gelisah bisa menggoda Liverpool untuk memecat Arne Slot.
“Kamu tidak bisa memecat manajer hanya satu tahun setelah dia memenangkan liga,” ujar mantan kapten Manchester United asal Irlandia itu dalam podcast Stick to Football.
Ia melanjutkan, “Para penggemar memang gelisah… tapi bukankah sebagian besar penggemar memang begitu? Yang penting adalah bagaimana mereka menutup musim ini. Mereka akan menghadapi Manchester United beberapa minggu lagi… pertandingan besar secara emosional bagi para penggemar. Tapi saya rasa mereka akan baik-baik saja untuk finis di lima besar.”
Saat ini, Liverpool berada di posisi kelima klasemen Liga Premier dengan 52 poin, hanya terpaut enam poin dari tim yang menempati posisi ke-10.
Dengan posisi kelima yang sudah cukup untuk menjamin tiket ke Liga Champions, Liverpool akan berjuang mempertahankannya dalam laga derby Merseyside melawan Everton pada hari Minggu, di mana rival sekota mereka hanya terpaut lima poin.