TRIBUNPALU.COM - Pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dirombak Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa 2 Juni malam.
Ketua BGN, Dadan Hindayana digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.
Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya dicopot dari jabatannya.
"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.
Adapun posisi wakil kepala kini diisi oleh dua pejabat baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.
"Kemudian Saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Dan Saudara Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," sambung Prasetyo.
Mensesneg menjelaskan, keputusan tersebut, diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kabinet hampir satu setengah tahun terakhir.
Baca juga: Striker Asal Parigi Moutong Dimas Adi Cetak Dua Gol, Bawa Timnas U-19 Kalahkan Myanmar 3-0
Dikutip dari bgn.go.id, Nanik S. Deyang memiliki nama lengkap Nanik Sudaryati Deyang.
Ia lahir Madiun, Jawa Timur, pada tanggal 3 Januari 1968.
Di usianya ke-58 tahun ini, Nanik S Deyang ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Dadan Hindayana.
Sebelumnya, ia menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 17 September 2025.
Sejatinya, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode tahun 2024-2029.
Selain di pemerintahan, rupanya Nanik pernah menjadi seorang wartawati dan politikus Indonesia.
Ia memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit, bagian dari Kompas Gramedia dan pemimpin media dari Kelompok Media Peluang (KMP).
Di dunia politik, Nanik sempat menjadi tim sukses Prabowo Subianto pada pemilihan Presiden 2019 lalu.
Saat itu, ia menjadi Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur, sebuah Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, sebagaimana dikutip dari Tribun-Timur.com.
Hingga pada Oktober 2024 Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode tahun 2024-2029 oleh Presiden Prabowo.
Pada 12 Juni 2025, ia diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero) Nomor SK-150/MBU/06/2025 / Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Juni 2025 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan PT Pertamina (Persero).
Pengangkatan Nanik S Deyang ini, diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Pertamina pada Kamis (12/6/2025), di Grha Pertamina, Jakarta.
Sosok Nanik S Deyang
Nanik menggantikan posisi Dadan Hindayana dalam perombakan total jajaran pimpinan lembaga pengawal program makan bergizi gratis tersebut.
Sebelum dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan BGN, perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 ini merupakan Wakil Kepala BGN yang membidangi sektor Komunikasi Publik dan Investigasi.
Jauh sebelum masuk ke dalam pusaran birokrasi dan jabatan publik, Nanik merupakan seorang jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang di industri media cetak nasional.
Ia mengawali kariernya sebagai wartawati di bawah naungan jaringan media Persda Kompas-Gramedia sejak tahun 1989.
Baca juga: Jadwal KM Lambelu Terbaru Juni 2026: KM Lambelu Rute Palu - Larantuka Berangkat Kamis Besok
Ia tercatat pernah menjadi wartawan untuk Tabloid Bangkit.
Karir jurnalistiknya terus menanjak hingga dipercaya mengemban posisi pemimpin redaksi dan mengelola berbagai produk media di bawah Kelompok Media Peluang (KMP) serta MNC Media, seperti majalah bisnis Prospektif, tabloid Genie, dan tabloid Mom and Kiddie.
Selama aktif sebagai wartawati, lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini dikenal sebagai figur jurnalis perempuan yang kritis dalam menyuarakan isu-isu sosial, politik, hingga ekonomi nasional.
Karier Nanik di lingkaran pemerintahan terhitung melesat sejak masa transisi pemerintahan pasca-Pilpres.
Kiprahnya di birokrasi dimulai saat dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin pada Oktober 2024.
Di lembaga tersebut, ia fokus mengintegrasikan program penanganan kemiskinan dengan pemenuhan gizi di wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
Selain di badan pengentasan kemiskinan, alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini juga sempat dipercaya masuk ke sektor korporasi negara.
Ia tercatat pernah diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) pada pertengahan Juni 2025 lalu.
Sebelum masuk ke ranah birokrasi dan BUMN, Nanik lebih dikenal sebagai tokoh yang memiliki kedekatan politik jangka panjang dengan Prabowo Subianto.
Ia aktif menjadi bagian dari tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.
Di tengah sorotan publik atas tangisannya saat meminta maaf terkait kasus keracunan massal program MBG, jejak digital Nanik S Deyang kembali ramai diungkit netizen.
Warganet menyeret kembali drama kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang sempat mengguncang jelang Pilpres 2019.
Saat itu, Nanik disebut ikut menyebarkan narasi bahwa wajah bengkak Ratna adalah akibat dianiaya sosok misterius.
Belakangan, fakta terkuak: lebam di wajah Ratna ternyata bukan hasil penganiayaan, melainkan dampak operasi plastik.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Tribun-Timur.com/TribunJakarta)