Gandeng Jatiluwih Festival VII 2026 Hadirkan Fun Run Dengan Target 2.000 Peserta Bersama ASITA
Putu Dewi Adi Damayanthi June 03, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali, mulai mempersiapkan diri dalam menggelar pesta budaya dan olahraga terbesar tahun ini. 

Kegiatan itu akan dilaksanakan pada Jatiluwih Festival VII yang dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Juni 2026 di Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kegiatan kali ini dianggap istimewa, karena untuk pertama kalinya Jatiluwih Festival berhasil lolos kurasi ketat dan masuk ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. 

Selain itu, baru kali pertamanya melaksanakan Fun Run dengan jumlah peserta 2.000.

Baca juga: Waisak, 2.570 Lampion Waisak Terangi Langit Borobudur Jateng, Homestay Penuh dan UMKM Ketiban Berkah

Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih, Ketut Purna yang ditemui Selasa 2 Juni 2026 menyebutkan, pelaksanaan lari dilaksanakan bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA).

"Festival kali ini akan menggelar ajang olahraga lari Run 5K yang perdana diadakan di kawasan Jatiluwih. Event lari ini diinisiasi secara khusus oleh ASITA untuk memperingati 100 Tahun Pariwisata Bali," jelasnya.

Mengingat tren sport tourism yang sedang booming, ajang ini ditargetkan mampu mengundang dan menghadirkan sedikitnya 2.000 pelari dari berbagai komunitas lari di seluruh Bali. 

Para peserta nantinya akan merasakan sensasi unik berlari dengan latar belakang udara sejuk pegunungan dan panorama hamparan sawah terasering yang ikonik.

"Jadi masuknya festival ini ke dalam program KEN menjadi bukti pengakuan nasional terhadap konsistensi Jatiluwih dalam menjaga kelestarian alam, kearifan lokal sistem Subak, serta dampaknya yang nyata bagi perekonomian UMKM lokal," bebernya.

Pria yang akrab di sapa Jhon itu menyebutkan festival tahun ini adalah batu loncatan besar bagi penataan pariwisata Jatiluwih ke depan. 

Diakui Jatiluwih Festival VII bukan sekadar selebrasi budaya, melainkan simbol kebangkitan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Masuknya festival ini ke dalam KEN Kemenpar serta kolaborasi bersama ASITA melalui Run 5K adalah bukti nyata bahwa alam, olahraga, dan budaya bisa berjalan beriringan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar John Ketut Purna

Pihaknya menargetkan 2.000 pelari di hari kedua akan memberikan dampak multiplayer effect yang signifikan bagi ekosistem pariwisata lokal, mulai dari keterisian akomodasi (homestay), warung-warung lokal, hingga pengenalan produk pertanian unggulan Jatiluwih seperti beras merah dan kopi. 

Selain ajang lari yang memacu adrenalin, selama dua hari penuh pengunjung festival akan disuguhkan berbagai kegiatan autentik.

"Nanti akan ada 40 stan UMKM. Nanti peserta yang lari akan mendapatkan voucher belanja yang bisa ditukar pada UMKM yang ada," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.