Gunung Lewotobi 2 Kali Gempa Letusan 33 Kali Tremor Non-Harmonik
Gordy Donovan June 03, 2026 01:43 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOBI - Petugas Posmat Gunung Lewotobi Laki-laki, Wilson Wuri Wuthun melaporkan kondisi gunung itu selama 24 jam terakhir, Selasa (2/6/2026), periode 00:00-24:00 WITA.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Kab\Kota Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat status level III atau Siaga.

"Pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut, barat dan barat laut,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id.

Klimatologi, cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur laut, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 19-34°C.

Baca juga: BREAKING NEWS: Status Siaga, Gunung Lewotobi Meletus Pagi Ini, Tinggi Kolom 1000 Meter

Pengamatan Kegempaan

2 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 4.4-11 mm, dan lama gempa 148-157 detik.

3 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4.4-7.4 mm, dan lama gempa 24-44 detik.

33 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.9-7.4 mm, dan lama gempa 57-157 detik.

10 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.4-14.8 mm, dan lama gempa 19-26 detik.

1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 11 mm, S-P 2.6 detik dan lama gempa 24 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2.9 mm, S-P 5.2 detik dan lama gempa 24 detik.

3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.9-7.4 mm, S-P 18-73 detik dan lama gempa 44-131 detik.

Level III

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan signifikan. Pos Pengamatan Gunung Api resmi menaikkan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Selasa (12/5/2026).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, menyampaikan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada hasil pemantauan aktivitas vulkanik periode 1–11 Mei 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada gempa vulkanik dalam.

“Peningkatan aktivitas menunjukkan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” ujarnya.

Dalam periode pengamatan tersebut, gempa Vulkanik Dalam (VA) tercatat mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal Mei, kemudian menurun namun masih berada di atas kondisi normal. Selain itu, gempa Tremor Non-Harmonik juga terpantau tinggi dan stabil, dengan puncak mencapai 27 kejadian per hari.

Kondisi ini menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung masih aktif dan terus mengalami pergerakan. Sementara itu, gempa Low Frequency (LF) relatif rendah, namun menunjukkan adanya respons tekanan dari kedalaman menuju permukaan.

Dari hasil pengamatan visual, aktivitas permukaan seperti guguran dan hembusan sempat terlihat pada beberapa hari awal Mei. Asap solfatara juga terpantau pada bagian barat laut kawah.

Data deformasi tiltmeter Wolorona (WLR2) turut menunjukkan adanya inflasi yang mengindikasikan peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api. Pola ini memperkuat dugaan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang mengalami fase pengisian ulang tekanan.

Imbauan Keselamatan untuk Warga

Berdasarkan analisis tersebut, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada fase peningkatan tekanan magmatik yang berpotensi berkembang lebih lanjut jika tekanan terus bertambah di bagian dangkal.

Dengan kenaikan status ini, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, warga di sekitar kawasan rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar terutama saat hujan lebat, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.