Reaksi Orang Tua Mahasiswa PNJ Kepergok Ciuman Sesama Jenis di Kampus, Sujud Minta Maaf: Silahkan DO
Evan Saputra June 03, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berinisial ARM kedapatan ciuman sesama jenis di area kampus.

Aksi tidak senonoh itu dilakukan ARM bersama pria berinisial AW yang bukan merupakan mahasiswa PNJ di perpustakaan.

Video mereka tengah ciuman viral setelah berhasil direkam oleh seseorang yang berada di lokasi.

Setelah viral dan menjadi sorotan, orang tua ARM muncul dan menyampaikan perminataan maaf yang sebesar-besarnya.

Di momen para pelaku dihadapkan pada puluhan mahasiswa , ayah ARM ikut serta.

Di depan para mahasiswa dan dosen, ayah pelaku mengurai permohonan maaf atas kelakuan sang putra.

Baca juga: Sosok Mayjen Eddy Trenggono Wakil Kepala BGN yang Baru setelah Dadan Dicopot, Lulusan Akmil 1993

"Saya mohon maaf, saya mohon maaf sama institusi yang hebat ini. Saya mohon maaf sama teman-teman semua. Malu saya," kata ayah pelaku.

Bukan cuma minta maaf, ayah pelaku sampai bersujud di depan mahasiswa lainnya.

Hal itu dilakukan ayah pelaku lantaran malu dengan perangai sang putra.

"Setiap hari di rumah selalu saya ajak ke masjid supaya dia tahu jalan yang lurus," imbuh ayah pelaku.

Perihal kelakuan sang putra yang membuat gusar pihak kampus serta mahasiswa, ayah ARM pasrah.

"Saya mengantar dia dengan kebanggaan. Dan hari ini saya benar-benar sangat malu. Kampus yang begitu membanggakan menjadi tidak bermakna lagi karena kelakuan anak saya ini."

"Jadi kalau misal pihak kampus mau men-DO dia, jangan ragu, kembalikan kepada kami untuk mendidik dia," ungkap ayah pelaku.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dua pria berciuman di area kampus tepatnya di dekat gedung perpustakaan.

Dalam rekaman yang beredar, aksi tersebut disebut terjadi di lingkungan kampus dan direkam oleh seseorang yang berada di sekitar lokasi.

Video lain yang turut beredar memperlihatkan kedua pria tersebut didatangi sejumlah mahasiswa. 

Keduanya kemudian dimintai keterangan terkait identitas masing-masing.

Seorang saksi mata yakni mahasiswa PNJ berinisial R menceritakan detik-detik peristiwa tak senonoh itu terjadi.

"Mereka (para pelaku) keciduk ciuman di perpustakaan PNJ di belakang. Yang satu anak PNJ, yang (gendut pakai kemeja biru) anak luar (bukan mahasiswa PNJ)," pungkas R dilansir dari wartakotalive.com.

Setelah ketahuan, dua pemuda tersebut langsung digeruduk oleh mahasiswa PNJ.

Mereka langsung dibawa ke pos security guna diinterogasi pihak dosen dan kampus.

Kedua pelaku lalu diarak ke tengah halaman lalu dikelilingi mahasiswa.

Baca juga: Sosok Johnny Teddy Wakum, Ketua LBH Merauke Dilaporkan Mama Yasinta Perkara Film Pesta Babi

Satu persatu pelaku mesum sesama jenis itu mengurai pengakuan di depan mahasiswa.

Pelaku berinisial ARM menceritakan awal mula ia bertemu dengan AW.

Mulanya ARM tidak menyangka bahwa AW akan mendatangi kampusnya.

"Dengan dia yang hanya ingin mencari makan, saya kasih rekomendasi makan, kemudian tiba-tiba dia ada di sini, tanpa sepengetahuan saya. Dia mengirim foto kalau dia lagi di sini. Jadi ya udah kita titik temunya di sini," ungkap ARM.

ARM pun mengaku terbawa suasana hingga akhirnya nekat berciuman dengan AW di perpustakaan.

Padahal saat itu suasana perpustakaan sedang ramai mahasiswa.

"Dia ada rencana ingin eksplor kampus karena dia tidak berkuliah dengan mulai di perpustakaan. Di perpustakaan karena saya dengan bodohnya, saya menarik dia terlebih dahulu jadi terjadilah itu. Awalnya saya tidak memikirkan konsekuensinya. Saya tidak tahu kalau ruangan itu banyak sanksi," akui ARM.

Sementara itu perihal awal perkenalannya dengan ARM, AW blak-blakan.

"Pertama kali kami bertemu di Twitter sekitar 1,5 bulan yang lalu," ujar AW.

Pihak Kampus Bersuara

Terkait dengan perbuatan mesum mahasiswanya yang jadi sorotan, pihak kampus PNJ akhirnya buka suara.

Humas PNJ Soraya Aldina membenarkan kejadian yang belakangan viral.

Diungkap Soraya, perbuatan mesum mahasiswanya itu dengan rekan sesama jenis memang dilakukan di lingkungan kampus.

Ditegaskan Soraya, pihak PNJ menentang keras tindakan asusila yang dilakukan pelaku.

Meski begitu, pihak PNJ tetap menjaga hak privasi terduga pelaku.

Adapun perihal sanksi yang bakal diberikan kepada mahasiswa tersebut, pihak PNJ menyebut masih akan mendalami kasusnya.

Namun sanksi terberat dari kejadian tersebut adalah dikeluarkan dari kampus.

“Sanksi paling berat itu tentu ada, bisa dikeluarkan, tapi untuk keputusan akhir kita akan telaah lagi aturan-aturannya seperti apa, yang bersangkutan itu memang pantas atau tidaknya untuk mendapatkan, itu kan kita harus telaah," ungkap Soraya dikutip dari Wartakotalive.com.

(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/Serambinews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.