TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ) yang kepergok berbuat mesum sesama jenis di lingkungan kampus mengurai pengakuan mengejutkan.
Mahasiswa berinisial ARM itu menceritakan detik-detik dirinya berciuman sesama jenis dengan pemuda berinisial AW.
Ternyata ARM dan AW belum lama kenal.
Keduanya rupanya baru kenalan sekira 1,5 bulan yang lalu dari Twitter.
Perkenalan ARM dan AW pun berlanjut ke kehidupan nyata.
Dua pemuda itu akhirnya bertemu di kampus PNJ pada Selasa (2/6/2026).
Diakui ARM, ia tidak tahu bahwa AW bakal menyusulnya ke kampus.
Sebab sebelumnya ARM dan AW janjian bertemu di sekitar kampus Universitas Indonesia (UI).
ARM pun menghampiri AW yang mengirimkan foto sudah tiba di PNJ.
"Dengan dia yang hanya ingin mencari makan, saya kasih rekomendasi makan, kemudian tiba-tiba dia ada di sini, tanpa sepengetahuan saya. Dia mengirim foto kalau dia lagi di sini. Jadi ya udah kita titik temunya di sini," cerita ARM di depan puluhan mahasiswa dan dosen, Selasa (2/6/2026) malam.
Saat bertemu ARM, AW pun minta untuk diantar berkeliling kampus.
"Dia ada rencana ingin eksplor kampus karena dia tidak berkuliah dengan mulai di perpustakaan," ungkap ARM.
Tiba di perpustakaan, hasrat ARM tiba-tiba memuncak.
ARM pun langsung mencium AW di pojokan perpustakaan.
Aksi tersebut rupanya dilihat oleh mahasiswa PNJ yang lain.
Setelah kepergok ciuman dengan sesama jenis, ARM tampak panik lalu menghentikan aksinya.
"Di perpustakaan karena saya dengan bodohnya, saya menarik dia terlebih dahulu jadi terjadilah itu. Awalnya saya tidak memikirkan konsekuensinya. Saya tidak tahu kalau ruangan itu banyak sanksi," ujar ARM.
Baca juga: Masa Lalu Nanik S Deyang Kepala BGN Baru Disorot, Pernah Disebut Tukang Bohong oleh Ratna Sarumpaet
Usai ketahuan berbuat mesum, ARM dan AW pun diinterogasi mahasiswa.
ARM yang diketahui merupakan mahasiswa PNJ semester dua pun langsung dibawa ke ruang security.
Di sana rupanya sudah ada ayahnya ARM.
Belum diketahui isi pembicaraan antara ARM, AW, dan ayahnya ARM.
Namun saat perbincangan tersebut disaksikan oleh dosen dan petugas keamanan, ayah ARM terlihat marah besar.
Ayah pelaku langsung menampar ARM dan AW secara bergantian.
Ditampar ayahnya tiba-tiba, ARM pun kesakitan sembari menutupi wajahnya.
Bak malu dengan kejadian tersebut, ayah ARM pun mengurai permintaan maafnya kepada mahasiswa dan dosen yang hadir.
"Saya mohon maaf, saya mohon maaf sama institusi yang hebat ini. Saya mohon maaf sama teman-teman semua. Malu saya," kata ayah ARM lalu bersujud.
Diakui ayah ARM, ia kecewa dengan sang putra yang telah mencoreng nama baik kampus.
Karenanya, ayah ARM pasrah jika anaknya nanti dikeluarkan dari kampus.
"Saya datang ke kampus ini mengantar dia dengan kebanggaan. Dan hari ini saya benar-benar sangat malu. Kampus yang begitu membanggakan menjadi tidak bermakna lagi karena kelakuan anak saya ini," pungkas ayah ARM.
"Jadi kalau misal pihak kampus mau men-DO dia, jangan ragu, kembalikan kepada kami untuk mendidik dia," sambungnya.
Hingga kini belum diketahui sanksi apa yang diberikan kepada ARM sebagai mahasiswa PNJ.
Pihak kampus menyebut ada kemungkinan ARM diberikan sanksi berat berupa dropout (DO).
Namun keputusan untuk men-DO pelaku masih dipertimbangkan pihak kampus PNJ.