Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Mendekati perhelatan akbar Piala Dunia 2026, atmosfer sepakbola mulai terasa semakin hangat di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ajang empat tahunan yang selalu menyita perhatian publik dunia itu kini menjadi bahan perbincangan utama di berbagai sudut daerah, mulai dari warung kopi, kantin, tempat nongkrong anak muda, hingga kelompok emak-emak yang sedang ngerumpi.
Topik mengenai negara unggulan, pemain bintang, hingga prediksi juara dunia terus mengemuka dan menjadi pembahasan yang tak pernah habis. Semakin dekat waktu pelaksanaan turnamen, semakin tinggi pula antusiasme masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pantauan POS-KUPANG.COM di salah satu warung kopi yang berada di samping Lapangan Umum Kota Betun, terlihat sejumlah pemuda tengah asyik berdiskusi mengenai peluang berbagai negara peserta Piala Dunia tahun ini.
Suasana perbincangan berlangsung hangat namun penuh semangat. Masing-masing peserta diskusi tampak percaya diri mengemukakan pendapatnya sambil mempertahankan tim nasional favorit yang selama ini mereka dukung.
Di antara mereka terdapat Josef Nahak, yang lebih akrab disapa Opa Jona. Pria yang mengaku telah mengikuti perkembangan sepakbola sejak puluhan tahun lalu itu dengan tegas menyatakan dukungannya kepada Tim Nasional Jerman.
Menurutnya, Jerman merupakan salah satu negara yang memiliki tradisi sepakbola paling kuat di dunia. Bukan hanya karena prestasi yang telah diraih, tetapi juga kemampuan mereka dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas dari generasi ke generasi.
"Saya sejak mulai nonton bola, Jerman itu sudah menjadi negara favorit saya dalam dunia sepak bola. Hal itu karena Jerman tidak pernah kehabisan generasi dalam sepak bola," ujar Opa Jona.
Ia menilai kekuatan utama sepak bola Jerman terletak pada sistem pembinaan yang terus menghasilkan talenta baru tanpa henti. Karena alasan itulah, ia menyebut Jerman sebagai raja pencetak generasi sepakbola.
"Jadi bagi saya, Jerman itu merupakan rajanya pencetak generasi sepak bola," tegasnya.
Di sisi lain, dukungan terhadap Tim Nasional Spanyol juga terdengar cukup lantang dari Yosman Seran. Pria yang dikenal aktif mengikuti perkembangan sepakbola Eropa itu meyakini bahwa Spanyol memiliki peluang besar untuk tampil kompetitif pada Piala Dunia 2026.
Menurut Yosman, kekuatan Spanyol tidak hanya terletak pada permainan kolektif tim, tetapi juga kualitas individu para pemain yang dinilainya sangat merata.
Ia secara khusus menyoroti kemunculan bintang muda Lamine Yamal yang dianggap menjadi salah satu aset paling berharga bagi tim Matador saat ini.
"Saya suka Spanyol karena dari sisi tim sangat komplit. Dan secara individu juga semua pemain punya kemampuan. Salah satu pemain yang paling menonjol itu Lamine Yamal. Secara individu, dia masih jauh lebih berkelas dari semua pemain di dunia. Pokoknya dia paling berkelaslah," ungkap Yosman penuh keyakinan.
Tak kalah semangat, kelompok pendukung Portugal yang berada di lokasi yang sama juga menyuarakan optimisme mereka.
Salah satunya adalah Eki Luan yang tetap setia menjagokan Portugal sebagai calon juara.
Dengan penuh keyakinan, Eki menyebut bahwa keberadaan Cristiano Ronaldo masih menjadi alasan utama dirinya menaruh harapan besar kepada tim berjuluk Selecao das Quinas tersebut.
Menurutnya, Piala Dunia 2026 dapat menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan karier sang megabintang sepak bola dunia. Karena itu, ia yakin Ronaldo akan memberikan kemampuan terbaiknya apabila kembali mendapat kesempatan tampil di panggung dunia.
"Saya tetap Portugal karena negara itu akan kembali menurunkan sang predator sepak bola, Cristiano Ronaldo. Ini puncak kariernya. Jadi saya sangat optimis di Piala Dunia kali ini. Saya yakin dia akan menorehkan tinta emas sebagai sejarah sepak bola di puncak kariernya ini," kata Eki.
Perdebatan ringan yang berlangsung di warung kopi tersebut menjadi gambaran bagaimana antusiasme masyarakat Malaka terhadap Piala Dunia 2026 semakin meningkat dari hari ke hari.
Meski berbeda pilihan tim dan pemain favorit, seluruh penggemar sepak bola yang hadir tetap menikmati diskusi dengan penuh keakraban.
Setiap argumen yang disampaikan disambut dengan tawa, canda, dan sesekali perdebatan sengit mengenai peluang masing-masing negara. Namun pada akhirnya, semangat yang sama menyatukan mereka, yakni kecintaan terhadap sepakbola.
Piala Dunia 2026 memang belum dimulai, tetapi denyut semangatnya sudah terasa hingga ke warung-warung kopi di Kota Betun. Dari pendukung Jerman yang mengandalkan tradisi, penggemar Spanyol yang percaya pada generasi muda berbakat, hingga fans Portugal yang masih menaruh harapan pada Cristiano Ronaldo.
Semuanya menantikan satu momen yang sama, yakni menyaksikan tim kebanggaan mereka berjaya di panggung sepakbola dunia. (ito)