SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah meminta para kepala sekolah memperkuat dedikasi dan kerja keras, untuk mempertahankan berbagai capaian pendidikan yang telah diraih Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Khofifah, Jawa Timur telah menunjukkan prestasi pendidikan yang konsisten, termasuk menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh tahun berturut-turut.
“Setiap kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Berbagai capaian yang diraih Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi seluruh insan pendidikan,” kata Khofifah.
Khofifah menyebut keberhasilan tersebut bukan dicapai secara instan, melainkan hasil kerja keras guru, kepala sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Data tahun 2026 menunjukkan:
Ia juga menyoroti sejumlah sekolah dan program yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk SMK Puri Mojokerto, SMA Cerme Gresik, serta program Mama Mau Naik Kelas di Madura.
Khofifah menjelaskan, program Mama Mau Naik Kelas merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Madura.
Program tersebut merupakan akronim dari:
Menurutnya, program tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan prestasi siswa, termasuk pada hasil SNBP dan SNBT tahun ini.
Khofifah menegaskan, bahwa kepala sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin administratif, tetapi juga agen perubahan yang menentukan arah kemajuan sekolah.
Peran kepala sekolah mencakup:
“Kepala sekolah SMA dan SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat,” ujarnya.
Khofifah berharap, para kepala sekolah mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi pada 2035 dan Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, peserta didik yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah-sekolah Jawa Timur, akan menjadi bagian dari pengisi posisi strategis di berbagai sektor pada masa mendatang.
Ia juga mendorong para kepala sekolah menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif dan berorientasi masa depan agar kualitas pendidikan Jawa Timur terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah setelah melalui proses seleksi dan pelatihan calon kepala sekolah.
Sedangkan 35 lainnya merupakan hasil mutasi dan rotasi, untuk memperkuat tata kelola pendidikan di berbagai daerah.
“Kami berharap seluruh kepala sekolah bekerja sesuai pakta integritas yang telah dibacakan bersama, dan menjadi teladan dalam meningkatkan mutu pendidikan,” kata Aries.