TRIBUNNEWS.COM - Era baru Liverpool tampaknya akan segera dimulai, perpisahan dengan Arne Slot yang disusul dengan kedatangan Andoni Iraola menjadi tandanya.
Liverpool mengarungi kompetisi musim 2025/2026 dengan hasil yang sangat jauh dari ekspetasi, yang akhirnya berujung puasa gelar.
The Reds tentu berharap bisa menebus kegagalannya sepanjang musim lalu dengan cara bisa tampil lebih baik musim depan.
Hanya saja bukan perkara mudah bagi Liverpool untuk bangkit dan kembali berjaya pada musim 2026/2027.
Hal ini mengingat kondisi internal Liverpool yang mengalami perubahan besar-besaran pada saat ini.
Selain telah berpisah dengan Arne Slot selaku pelatih, Liverpool juga sudah pasti ditinggal beberapa pemain andalannya.
Baca juga: Andoni Iraola Datang, 5 Pemain Liverpool Masuk Daftar Korban Perombakan
Mohamed Salah dan Andy Robertson menjadi dua pilar utama Liverpool yang dipastikan sudah hengkang dari Liverpool.
Setelah menjadi tulang punggung Liverpool selama sembilan tahun, dua pemain tersebut tidak akan berseragam Liverpool lagi musim depan.
Kehilangan dua pemain tersebut, terutama Mo Salah jelas bukan hal yang mudah bagi tim sekelas Liverpool.
Apalagi selama berseragam Liverpool, pemain asal Mesir itu telah menjadi jimat utama The Reds meraih berbagai kesuksesan.
Alhasil, kepergian Mo Salah diprediksi bakal menyisakan lubang besar bagi Liverpool dalam mengarungi kompetisi musim depan.
Jika tidak bisa mendapatkan sosok pemain pengganti yang tepat, Liverpool rawan mengalami degradasi performa.
Belum lagi isu terbaru yang menghantam Liverpool menyoal kepergian Ibrahima Konate secara gratis ke Real Madrid.
Hal itu tentu menjadi ujian sekaligus tantangan Liverpool dalam menatap era baru bersama pelatih anyarnya musim depan.
Mencari pemain baru yang tepat untuk menggantikan posisi Mo Salah, Andy Robertson hingga Ibrahima Konate jelas tidak mudah.
Situasi kian pelik, karena Liverpool telah mengeluarkan uang banyak untuk berbelanja pemain baru di bursa transfer musim panas lalu.
Liverpool setidaknya telah membelanjakan uang hampir Rp9,5 Trilliun hanya untuk merekrut pemain baru di satu jendela transfer.
Fakta bahwa Liverpool telah mengeluarkan uang di bursa transfer musim panas lalu, tentu tidak akan membuat manajemen The Reds bisa leluasa dalam berburu pemain anyar pada musim panas ini.
Kondisi itulah yang akan menjadi tantangan bagi Andoni Iraola ketika sudah diresmikan sebagai pelatih baru Liverpool.
Menariknya, kabar terbaru yang dilaporkan oleh beberapa media ternama Inggris, menyebut kontrak yang ditandatangani Iraola sebagai pelatih Liverpool hanyalah dua musim saja.
Bukannya tanpa alasan, Iraola hanya sepakat untuk menandatangani kontrak selama dua musim saja di Liverpool.
Salah satu jurnalis andal yang bernama Ben Jacobs pun menjelaskan bahwa kontrak singkat yang selama ini ditandatangani Iraola saat bekerjasama sebagai pelatih di klub tersebut, punya tujuan tertentu.
Salah satunya untuk menjaga hubungan agar kedua belah pihak bisa bekerjasama dengan didasari rasa senang dan saling menghormati.
"Kontrak jangka pendek ini didasari atas desakan Andoni Iraola, inilah cara dia beroperasi dengan semua klub," tulis Ben Jacobs dalam laporannya.
Jika benar, durasi kontrak yang disepakati Andoni Iraola dan Liverpool hanya dua tahun, tentu ini akan menjadi situasi menarik.
Hal ini karena kedua belah pihak tidak punya banyak waktu untuk membangun sesuatu, setelah kegagalan Liverpool meraih trofi musim lalu.
Berbekal keberhasilan membawa Bournemouth tembus Liga Eropa musim depan.
Iraola tentu ingin mempertaruhkan reputasinya untuk bisa membawa Liverpool ke tempat yang semestinya, sesuai harapan publik Anfield.
Baca juga: Daftar Pelatih Klub Liga Inggris: Privilege Arteta, Beban Maresca hingga Pembuktian Carrick
Hanya saja soal penunjukkan Iraola, Jamie Carragher yang merupakan legenda Liverpool masih was-was dengan pelatih asal Spanyol ini.
Bukan was-was terhadap prestasi, tapi lebih kepada sesuatu hal yang dianggap tidak cocok jika Iraola melatih Liverpool dengan gaya bermainnya.
"Itulah perasaan saya, jika anda melihat sebagian besar musim ketika ia melatih, timnya cenderung menuruh di paruh musim kedua," kata Carragher di acara podcast The Overlap Fan Debate.
"Saya rasa musim lalu adalah pertama kalinya dia punya musim kedua yang hebat, padahal biasanya mereka berada di puncak klasemen hanya pada awal musim,"
"Itu akan menjadi hal yang harus anda pertimbangkan, kini di Liverpool, ia harus berperan sebagai manajer, karena pemain bakal lebih banyak menguasai bola di Liverpool ketimbang di Bournemouth," ujarnya.
Menarik untuk melihat seperti apa sentuhan ajaib Andoni Iraola bersama Liverpool, setelah mengukir dongeng indah dengan Bournemouth pada musim terakhirnya?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)