5 Kuliner Legendaris di Klaten Rasa Lezat, Ada Warung Kidul Sop dan Sate Ayam, Berdiri Sejak 1907
Listusista Anggeng Rasmi June 03, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tak hanya dikenal sebagai daerah penghubung antara Solo dan Yogyakarta, tetapi juga sebagai surga kuliner yang menyimpan jejak sejarah panjang.

Di balik hiruk-pikuk perkembangan zaman, sejumlah warung makan legendaris di Klaten tetap bertahan dan terus diburu pelanggan dari berbagai daerah.

Kuliner-kuliner ini menjadi saksi perjalanan generasi demi generasi yang tumbuh bersama cita rasa khas yang nyaris tak berubah.

Posisi Klaten yang berada di jalur strategis membuat daerah ini semakin ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya.

Tak sedikit pelancong yang sengaja menyempatkan diri berburu makanan legendaris setelah menikmati berbagai destinasi wisata di wilayah tersebut.

Keunikan kuliner Klaten terletak pada racikan bumbu sederhana yang mampu menghadirkan rasa autentik dan sulit ditemukan di tempat lain.

Meski banyak kuliner modern bermunculan, makanan tradisional khas Klaten tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Beberapa di antaranya bahkan telah berusia puluhan tahun hingga lebih dari satu abad dan masih bertahan dengan resep turun-temurun.

Konsistensi rasa dan kualitas menjadi alasan utama mengapa kuliner-kuliner tersebut tak pernah kehilangan penggemar.

Berikut lima kuliner legendaris Klaten yang wajib dicoba bagi siapa saja yang ingin merasakan cita rasa sejarah yang masih hidup hingga hari ini.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner di Klaten Menu Variasi, Ada Hidangan Tradisional hingga Kekinian, Instagramable

1. Warung Kidul Sop dan Sate Ayam (Sejak 1907)

Inilah salah satu kuliner tertua di Klaten yang telah berusia lebih dari 100 tahun.

Berdiri sejak 1907, Warung Kidul menyajikan sop ayam bening dan sate ayam dengan cita rasa sederhana namun khas.

Kini warung tersebut dikelola oleh generasi ketiga dan tetap mempertahankan resep aslinya.

Harga menu berkisar Rp20.000–Rp40.000 per porsi.

2. Toko Roti Muntjul (Sejak 1951)

TOKO ROTI KLATEN - Salah satu produk yang dijual di Toko Roti Muntjul Klaten.
TOKO ROTI KLATEN - Salah satu produk yang dijual di Toko Roti Muntjul Klaten. (TribunSolo.com / Ibnu Dwi Tamtomo)

Toko Roti Muntjul menjadi saksi sejarah kuliner Klaten sejak 1951.

Hingga kini, proses pembuatan rotinya masih mempertahankan cara tradisional dengan tungku kayu bakar.

Roti semir menjadi menu andalan dengan aroma khas dan rasa manis klasik.

Selain itu, tersedia roti santan, jajanan pasar, hingga aneka kue basah. Lokasinya berada di Klaten Tengah dengan harga mulai Rp5.000.

Baca juga: 5 Kuliner Kaki Lima yang Favorit di Solo Jateng, Ada Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno & Harjo Bestik

3. Ayam Panggang dan Sate Usus Ny. Anggriani (Sejak 1960-an)

REKOMENDASI KULINER PAGI: Warung Ayam Panggang Ny. Anggriani berada di Jl. Rajawali Gg. Beruang No. 5, Klaten
REKOMENDASI KULINER PAGI: Warung Ayam Panggang Ny. Anggriani berada di Jl. Rajawali Gg. Beruang No. 5, Klaten (Instagram/ @yuyud_wahyudi)

Warung ini dikenal dengan ayam kampung panggang berbumbu santan dan rempah yang meresap.

Rasanya manis gurih menjadi ciri khas yang membuatnya tetap bertahan hingga kini.

Selain ayam panggang, tersedia sate usus dan jeroan.

Harga ayam utuh sekitar Rp109 ribu, sementara menu lain mulai Rp5.000. Lokasinya berada di Klaten Tengah.

4. Soto Garing Bu Yati (Sejak 1974)

Soto Garing Bu Yati menjadi salah satu kuliner khas Klaten yang terkenal dengan konsep “soto tanpa kuah” atau toring.

Satu porsi berisi nasi, suwiran ayam, kol, tauge, bawang goreng, serta sedikit percikan kuah.

Warung ini sudah berdiri sejak 1974 dan berlokasi di kawasan Pasar Delanggu, Klaten.

Selain soto garing, tersedia juga lauk pendamping seperti tempe goreng, tahu, dan baceman dengan harga terjangkau.

5. Warung Makan Bu Hj. Salamah (Sejak 1985)

WARUNG MAKAN KLATEN - Warung Makan Bu Hj. Salamah dekat exit tol Polanharjo, Klaten. (Kolase TribunNewsmaker.com/ Maps Warung Makan Bu Hj. Salamah/ Pulung Pranantya)

Warung ini terkenal dengan menu andalan garang asem ayam kampung yang segar, asam, dan gurih.

Selain itu, tersedia berbagai masakan rumahan seperti ayam goreng dan tengkleng iga sapi.

Berdiri sejak 1985, warung ini masih mempertahankan cara masak tradisional menggunakan tungku kayu bakar.

Harga menu berkisar Rp20.000–Rp45.000.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.