Baru Meluncur, MacBook Neo Terjual 1,1 Juta Unit dalam Tiga Pekan
Whiesa Daniswara June 03, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Apple mencatat awal yang sangat kuat untuk penjualan MacBook Neo. 

Laptop terbaru tersebut berhasil terjual hingga 1,1 juta unit pada kuartal pertamanya, menurut data lembaga riset IDC yang dikutip oleh TechCrunch dan MacRumors.

Jumlah tersebut dinilai sangat besar karena MacBook Neo baru mulai dijual pada pertengahan Maret 2026 atau hanya tersedia sekitar tiga minggu. 

Meski waktu penjualannya singkat, pengiriman produk disebut mulai meningkat tajam sejak awal April.

Sebagai perbandingan, MacBook Air dengan chip M5 sebelumnya hanya mencatat pengiriman lebih dari 900 ribu unit pada kuartal debutnya. 

Sementara MacBook Pro M5 berada di angka sekitar 550 ribu unit.

Apple memperkenalkan MacBook Neo pada awal Maret 2026 dengan harga mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp10,75 juta menggunakan kurs 3 Juni 2026 yang berada di kisaran Rp17.949,55 per dolar AS. 

Harga tersebut sekitar 45 persen lebih murah dibanding MacBook Air versi paling dasar.

Meski lebih murah, MacBook Neo tetap membawa desain premium khas Apple. 

Laptop ini menggunakan bodi aluminium dan layar Liquid Retina 13 inci. 

Namun untuk menekan harga, Apple menggunakan chip A18 Pro, bukan chip seri M seperti pada MacBook lainnya. 

Baca juga: Saingi Apple, Dell Rilis XPS 13 dengan 6 Keunggulan yang Tak Dimiliki Macbook Neo

Model dasar juga hanya dibekali RAM 8GB.

Menurut IDC, sekitar 44 persen pengiriman MacBook Neo berasal dari pasar Amerika Serikat. 

Sementara India menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat meski stok barang masih terbatas. 

Di negara tersebut, retailer disebut kesulitan memenuhi permintaan konsumen karena tingginya minat pembelian.

Analis IDC, Navkendar Singh, mengatakan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan utama tingginya permintaan MacBook Neo. 

Di tengah kenaikan harga laptop Windows, banyak konsumen mulai melirik produk Apple yang kini lebih mudah dijangkau.

Firma riset Counterpoint Research juga menilai MacBook Neo menjadi langkah strategis penting bagi Apple. 

Produk ini dinilai mampu membantu Apple masuk ke pasar laptop kelas menengah yang selama ini didominasi merek lain.

Saat ini pangsa Apple di pasar laptop dengan harga 400 hingga 699 dolar AS masih sekitar 2 persen. 

Namun dengan kehadiran MacBook Neo, angka tersebut diperkirakan bisa meningkat hingga 15 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Popularitas MacBook Neo juga diprediksi dapat memengaruhi penjualan MacBook Air generasi lama seperti M1, M2, dan M3 yang selama ini cukup populer di pasar diskon, terutama di India.

Kesuksesan MacBook Neo bahkan mulai memicu respons dari para pesaing. 

Dell baru-baru ini meluncurkan laptop XPS 13 terbaru dengan harga mulai 699 dolar AS atau sekitar Rp11,3 juta untuk menyasar segmen yang sama.

CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya juga menyebut respons konsumen terhadap MacBook Neo “di luar perkiraan”. 

Ia mengakui Apple sempat mengalami keterbatasan pasokan akibat tingginya permintaan setelah peluncuran produk tersebut.

IDC memperkirakan pengiriman MacBook Neo akan meningkat jauh lebih besar pada kuartal berikutnya seiring Apple mulai menambah pasokan dan memperluas distribusi ke lebih banyak negara.

(Tribunnews.com/Widya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.