SURYA.co.id, SURABAYA — Pemkot Surabaya mulai melakukan pembenahan kawasan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Salah satu pekerjaan yang saat ini berlangsung adalah pengecatan ulang Patung Surabaya yang menjadi ikon kawasan tersebut.
Pengerjaan ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi kawasan luar KBS.
Dengan fokus pada area yang menjadi kewenangan Pemkot Surabaya, pekerjaan tersebut masih bersifat minor atau pembenahan ringan sebelum masuk ke tahap revitalisasi besar pada fasad utama KBS.
"Yang sekarang masih pekerjaan minor. Yang major atau besar masih belum. Untuk yang major nanti menunggu dari KBS," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, dikonfirmasi SURYA.co.id, di Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pekerjaan minor tersebut meliputi pengecatan Patung Surabaya, perbaikan kolam, penataan plaza, hingga perawatan taman di sekitar kawasan depan KBS.
"Belum sampai menyentuh gerbang KBS atau bagian dari KBS-nya namun masih di luar," ujarnya.
Iman menjelaskan, area yang saat ini dibenahi merupakan ruang luar yang menjadi aset dan kewenangan Pemkot Surabaya.
Karena itu, pembenahan dapat segera dilakukan sembari menunggu kesiapan proyek revitalisasi besar.
"Patung Surabaya itu milik Pemkot, bukan milik KBS. Jadi kami kerjakan dulu area-area yang menjadi kewenangan Pemkot," jelasnya.
Pekerjaan tersebut juga melibatkan beberapa perangkat daerah sesuai bidang masing-masing.
Selain DPRKPP, terdapat dukungan dari dinas lain untuk penataan jalan maupun penghijauan kawasan.
Ia menambahkan, pembenahan tahap awal ini dilakukan agar saat proyek revitalisasi besar dimulai, gangguan terhadap aktivitas pengunjung dapat diminimalkan.
"Ini dimulai dulu yang bisa dikerjakan. Jadi nanti ketika pengerjaan yang besar dilakukan, tidak terlalu mengganggu pengunjung," katanya.
Untuk pekerjaan minor, Pemkot menargetkan seluruh pembenahan dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Sementara pelaksanaan revitalisasi besar masih menunggu kesiapan dan perencanaan dari pihak KBS.
Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah pembenahan yang saat ini dilakukan Pemkot Surabaya.
Menurutnya, revitalisasi besar pada fasad KBS juga sedang dipersiapkan secara matang.
"Kami mendukung proses pembenahan yang sedang berjalan. Untuk pengerjaan major atau revitalisasi fasad, saat ini masih dalam tahap kajian dan pematangan konsep. Sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota, rencana revitalisasi akan segera dilaksanakan," ujar Lintang dikonfirmasi terpisah.
Revitalisasi besar tersebut nantinya akan menyasar tampilan luar KBS, baik di sisi utara maupun selatan.
Pembenahan itu menjadi bagian dari rencana Pemkot Surabaya untuk menghadirkan wajah baru kebun binatang legendaris tersebut.
Dengan pembenahan bertahap yang kini mulai berjalan, wajah baru KBS diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus jumlah kunjungan wisatawan ke salah satu ikon Kota Surabaya tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menyampaikan Pemkot berencana merombak total tampilan luar KBS dengan fokus pada pembenahan fasad sisi utara dan selatan.
Selain itu, akan dibangun plaza di kedua sisi kawasan serta dilakukan perbaikan pagar KBS yang dilengkapi banner infografis berisi informasi satwa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya tarik KBS sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus rekreasi keluarga di Kota Pahlawan.
"Jadi kita nanti akan melakukan perbaikan di pintu masuk dan pintu keluar agar orang tertarik untuk masuk ke KBS Surabaya. Pintu masuk, pintu keluar juga," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat meninjau KBS akhir April lalu.
Eri menilai pembenahan akses utama sangat penting karena menjadi kesan pertama yang diterima pengunjung saat datang ke KBS.
"Harapannya, ini bisa semakin nyaman bagi pengunjung dan semakin banyak warga yang datang," ujarnya.
Proyek revitalisasi fasad KBS tersebut ditaksir menelan biaya sekitar Rp7,7 miliar.
Pembiayaan direncanakan berasal dari kombinasi dana internal KBS dan dukungan investor melalui skema sponsorship.