Kapal pesiar mewah MV Hondius telah mengantongi izin untuk kembali berlayar pada pertengahan bulan ini. Kapal itu dinyatakan steril dan bersih total dari wabah mematikan virus Hanta.
Operator Oceanwide Expeditions mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal pelayaran reguler kapal terhitung sejak 13 Juni 2026 berjalan normal sesuai rencana. Manajemen juga menegaskan tidak akan ada lagi gangguan atau penundaan logistik pada armada MV Hondius.
Pernyataan kapal itu sudah bebas dari virus Hanta disampaikan oleh Dinas Kesehatan Masyarakat Belanda (GGD Rotterdam-Rijnmond). Dalam pembaruan data medis pada 30 Mei 2026, GGD Rotterdam-Rijnmond menyatakan kapal tersebut aman 100 persen dari risiko biologis.
"Dari perspektif kesehatan masyarakat, saat ini sudah tidak ada lagi hambatan untuk mengoperasikan kembali kapal Hondius. Hal ini terbukti dari hasil inspeksi akhir pada 29 Mei 2026," pernyataan GGD Rotterdam-Rijnmond.
"Pakar pencegahan infeksi memastikan bahwa proses disinfeksi telah selesai dan dieksekusi sesuai pedoman ketat," pernyataan ditambahkan.
Tragedi bermula pada April 2026 ketika kapal MV Hondius sedang melakukan pelayaran transatlantik dari Argentina menuju Cape Verde. Di tengah samudra, kapal ekspedisi itu dihantam wabah parah Hantavirus.
Otoritas medis mencatat serangan virus itu memicu dampak fatal di atas kapal. Sebanyak 3 orang penumpang dinyatakan meninggal. Selain itu, setidaknya 13 orang dinyatakan positif terinfeksi virus Hanta.
Hantavirus merupakan kelompok virus berbahaya yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung atau menghirup partikel udara yang tercemar dari kotoran, air liur, maupun urin tikus yang terinfeksi.
Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, dan nyeri otot ekstrem yang baru muncul dalam kurun waktu satu hingga delapan minggu pascakontak.
Sebelum diizinkan kembali berlayar, rencana keberangkatan MV Hondius dari pelabuhan Rotterdam menuju Vlissingen sempat tertahan lama. GGD Rotterdam-Rijnmond mewajibkan prosedur dekontaminasi tambahan yang super ketat.
Saat itu, manajemen langsung memulangkan seluruh kru asli dari pelayaran maut tersebut. Kapten kapal, Jan Dobrogowski, dievakuasi khusus menuju Polandia menggunakan transportasi medis terisolasi, sedangkan staf asal Belanda diminta menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.
Penanganan ketat juga diberlakukan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA). Pada 10 Mei, UKHSA memerintahkan 22 penumpang kapal asal Inggris dan Asia untuk dikarantina ketat di Rumah Sakit Arrowe Park, Wirral.
Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 16 orang di antaranya telah diizinkan keluar dari rumah sakit untuk melanjutkan sisa masa isolasi wajib selama 45 hari di kediaman pribadi masing-masing guna memastikan virus benar-benar tidak menyebar di komunitas lokal.





