Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Di sebuah sudut Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah seorang lansia, Murnah (85) tengah berjuang menghadapi cobaan hidup.
Warga Dusun Kumbak Dalem ini tidak hanya harus melawan penyakit kulit menahun yang dideritanya sejak lahir, tetapi juga harus bertahan di tengah kemiskinan yang memprihatinkan.
Kondisi kesehatan Murnah dilaporkan kian memburuk seiring bertambahnya usia.
Penyakit kulit yang ia idap belum kunjung membaik dan kini justru terasa semakin parah.
Namun, keterbatasan biaya menjadi tembok besar yang menghalanginya untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.
Di balik rasa sakit yang ia rasakan, Murnah menunjukkan semangat hidup yang luar biasa.
Baca juga: Apa Itu Penyakit Kulit Iktiosis? Ini Penyebab, Obat, dan Cara Perawatannya
Ia mengaku terus memotivasi dirinya sendiri agar tetap sehat demi buah hatinya.
“Yang penting saya sehat. anak lanjut sekolah,” ucap Murnah setelah dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Meskipun hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, prioritas utamanya tetaplah pendidikan sang anak.
Baginya, meski ia harus menderita, pendidikan anak tidak boleh terhenti.
“Meskipun dalam keadaan sulit, yang terpenting adalah anak bisa tetap sekolah,” ungkapnya.
Kondisi tempat tinggal Murnah pun sangat jauh dari kata layak. Hingga saat ini, rumahnya belum memiliki fasilitas dasar seperti dapur maupun toilet (WC).
Ruang tidur yang sempit terpaksa dialihfungsikan untuk berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
Saat ini, Murnah sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan biaya pengobatan.
Ia menyebutkan bahwa segala sesuatunya kini serba kekurangan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat melihat kondisi kesehatan dan kesulitan ekonomi yang dialami Murnah.
Melalui Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, tim gabungan yang terdiri dari SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pemerintah Desa Setiling, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Teratak turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memberikan pendampingan kepada yang bersangkutan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, H. Masnun mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap warga yang mengalami permasalahan sosial dan membutuhkan bantuan mendapatkan perhatian serta penanganan yang tepat.
Dari hasil asesmen lapangan, diketahui Ibu Murnah sebelumnya pernah tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Namun, bantuan tersebut tidak lagi dapat diakses karena terkendala administrasi kependudukan.
Yang bersangkutan belum memiliki KTP elektronik akibat kesulitan melakukan perekaman biometrik atau sidik jari, sehingga berdampak pada proses verifikasi data dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdukcapil Lombok Tengah memberikan pendampingan dan pelayanan administrasi kependudukan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Teratak melakukan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal terhadap kondisi yang dialami Ibu Murnah.
Masnun menjelaskan, informasi mengenai kondisi Ibu Murnah baru diterima setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan agar setiap persoalan sosial dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat.
"Ketika informasi sampai kepada kami, pemerintah akan hadir dan bergerak. Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh hak dan layanan yang semestinya," demikian Masnun.
Melalui langkah penjangkauan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan layanan sosial dapat diakses oleh seluruh warga, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
(*)