TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU -Usulan pedagang agar dilakukan renovasi total terhadap infrastruktur bangunan di kawasan Pasar Induk di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mulai dilakukan Pemkab Malinau.
Pantauan TribunKaltara.com, saat ini telah dilakukan kegiatan rehab Pasar Induk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai pelaksana denga alokasi anggaran Rp 1,3 miliar.
Koordinator Pedagang Pasar Induk Malinau, Sulaiman menyebutkan sebelumnya jika terjadi banjir, ketinggian air biasa mencapai 40 sentimeter dari lantai pasar.
Baca juga: Rutin Tergenang Air, Pedagang Usulkan Ketinggian Lantai Pasar Induk Malinau Kaltara Ditambah
"Biasanya kalau hujan deras, air naik sampai 20-40 cm. Kita bersyukur ada renovasi Drainase, cuma pengalaman kami, sebenarnya kendala kita ini lantainya pasar yang rendah," ungkap Sulaiman saat mengusulkan rehab September 2025 lalu.
Menurut Sulaiman, persoalan ini sudah lama dikeluhkan oleh ratusan pedagang yang menggantungkan hidup di pasar tersebut.
Renovasi drainase dinilai penting agar sirkulasi air berjalan lancar dan tidak tersumbat. Dan pedagang juga mengusulkan agar perbaikan lantai pasar juga bisa direalisasikan secepatnya.
"Permintaan kita kalau bisa lantainya juga dinaikkan. Karena lantai Pasar Induk di luar agak rendah," ucapnya.
Permintaan tersebut akhirnya diakomodir Pemkab Malinau melalui alokasi Rehab 4 komponen pengerjaan perbaikan Pasar Induk.
Baca juga: Sering Terdampak Banjir, Pemkab Tahun Ini Bakal Renovasi Drainase di Pasar Induk Malinau
Proyek penataan infrastruktur yang dinamai Rehab Pasar Induk ini didanai langsung melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Kabupaten Malinau.
Dokumen teknis menetapkan nilai Pagu Anggaran untuk membiayai pengerjaan ini dengan rencana senilai Rp 1.380.000.000,00.
Masa pengerjaan berlangsung selama 150 hari kalender dengan menerapkan jenis kontrak gabungan lumsum dan harga satuan.
Ruang lingkup penanganan fisik difokuskan pada perbaikan bangunan secara terpadu agar aliran pembuangan air berjalan lancar secara permanen.
Ada tiga sektor utama pekerjaan bangunan yang mulai berjalan, meliputi pengerjaan struktural area los basah di Blok D, pengerjaan saluran drainase, serta semenisasi jalan penghubung.
(*)
Penulis : Mohammad Supri