Malioboro Ditarget Bebas Kendaraan Bermotor Mulai November 2026, Ini Skemanya
Muhammad Fatoni June 03, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wajah kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, diwacanakan bakal berubah total menjelang akhir tahun 2026 mendatang.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY resmi memasang target membersihkan Malioboro dari kepulan asap kendaraan bermotor per akhir November tahun ini.

​Langkah ini jadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang kawasan Malioboro.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pembatasan total ini menyasar becak motor (bentor) maupun kendaraan pribadi.

​"Target yang terdekat adalah di akhir November nanti enggak ada bentor di Malioboro. Jadi yang boleh melintas kan hanya yang non-BBM, seperti becak kayuh sama becak listrik. Itu target terdekat ya," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

​Erni menegaskan, status LEZ yang bakal disematkan di kawasan Malioboro membuat akses kendaraan bermotor untuk melintas jadi sangat terbatas. 

Praktis, lanjut Kadishub, kedepannya hanya ada beberapa moda transportasi khusus yang diizinkan melintasi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

"Jadi kan di sana low emission zone. Yang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayuh, becak listrik, lalu juga Trans Jogja. Untuk Trans Jogja juga kita upayakan nanti ada tambahan bus listriknya, supaya layanan semakin baik," imbuhnya.

Baca juga: Puluhan Bentor di Kota Yogyakarta Dihancurkan, Pengemudi Dialihkan ke Becak Listrik

Pemusnahan Bentor

​Kebijakan sapu bersih kendaraan non-ramah lingkungan pun diawali dengan kegiatan pemusnahan bentor secara fisik dengan alat berat, pada Rabu (3/6/2026).

Melalui kegiatan rangkaian HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta tersebut, upaya pembersihan kawasan sumbu filosofi dari polusi udara resmi dimulai.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan, langkah ini diambil demi mewujudkan cita-cita kawasan Malioboro dan sumbu filosofi yang minim polutan.

Sebagai gantinya, para pengemudi bentor yang berkenan merelakan armadanya dimusnahkan, mendapat ganti becak listrik yang ramah lingkungan.

​"Ya, lambat tapi pasti bahwa becak konvensional harus habis. Kemudian secara bertahap becak listrik hadir. Hari ini 50 unit (bentor) kita hancurkan," tandasnya. 

Hasto memaparkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 260 unit becak listrik yang mengaspal di Kota Pelajar, khususnya di seputaran kawasan Malioboro.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pengadaan bertahap, mulai peluncuran awal, hingga bantuan unit becak listrik dari berbagai pihak.

"Bertahap, sampai (target) di sumbu filosofi menggunakan sarana transportasi yang minim terhadap polutan lingkungan ini tercapai," pungkas Wali Kota. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.