Jakarta (ANTARA) - Unit Kriminal Umum (Krimum) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial DN, yang menggasak celengan tabungan umrah hingga sepeda motor di sebuah rumah kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Diaz Yudhistira mengatakan aksi pencurian pada Senin (25/5) sore bermula saat pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci.
"Kami dari Unit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah berhasil melakukan pengungkapan terhadap perkara pencurian dengan pemberatan, pasal 363 KUHP," kata Diaz kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Diaz menjelaskan DN ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya kawasan Petir, Tangerang, pada Rabu dini hari saat sedang bersama suaminya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, modus operandi yang digunakan pelaku adalah menyasar rumah-rumah yang kosong atau tidak dikunci oleh pemiliknya. Pelaku sengaja berkeliling untuk mengecek target secara acak.
"Modus yang dilakukan pelaku adalah menyasar rumah-rumah kosong. Pelaku mencoba melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah yang tidak dikunci. Dan pada saat melakukan tindakan tersebut, pelaku masuk ke rumah yang tidak terkunci," ungkap Diaz.
Dalam aksi tersebut, DN berhasil membawa kabur satu unit kendaraan roda dua dan sejumlah uang tunai dengan total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp55 juta.
Kepada penyidik, pelaku berdalih menggunakan hasil curian tersebut untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.
"Keterangan sementara dari pelaku yakni uang yang sudah diambil itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun kita belum mendalami sesuai dengan data-data yang ada apakah digunakan untuk keperluan yang lain atau tidak," tambah Diaz.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku.
Sementara itu, pemilik rumah yang menjadi korban pencurian, Raka Fauzan (21), menuturkan bahwa saat kejadian, rumahnya hanya ditinggal sekitar satu jam karena orang tuanya pergi membeli makanan.
"Pas lagi kejadian memang kebetulan lagi enggak ada orang di rumah karena orang tua itu lagi pergi nyari makan. Jadi cuman ditinggal satu jam aja," kata Raka.
Saat kembali, Raka mendapati kondisi di dalam rumahnya sudah berantakan, terutama di kamar ibunya. Setelah diperiksa, pelaku ternyata menggasak uang arisan serta celengan yang dipersiapkan untuk keberangkatan umrah ibunya.
Padahal, uang di dalam celengan tersebut sudah dikumpulkan oleh orang tuanya selama lebih dari satu tahun dan direncanakan untuk keberangkatan ibunya ke Tanah Suci pada tahun depan.
"Rencana mau umrah insya Allah tahun depan. Harusnya sudah terkumpul uangnya. Cuma karena ada kejadian seperti ini jadi harus kita ubah lagi lah rencananya," tutur Raka.





